Berbahaya Kelebihan Garam atau Gula? Ini Penjelasannya

Namun, di antara keduanya, sebenarnya mana yang lebih buruk? Apakah kebanyakan gula atau kebanyakan garam?

Health Hub London
Ilustrasi garam dan gula 

TRIBUNJAKARTA.COM — Sebagian dari kita sudah sering mendengar informasi kebanyakan makanan yang manis atau asin berbahaya buat kesehatan.

Baik gula dan garam masing-masing memang punya risikonya sendiri bagi tubuh.

Namun, di antara keduanya, sebenarnya mana yang lebih buruk? Apakah kebanyakan gula atau kebanyakan garam?

Gula dibutuhkan manusia sebagai sumber karbohidrat sederhana.

Baca: Genangan Jadi Masalah Utama Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi

Karbohidrat diperlukan untuk menghasilkan kalori (energi). Energi sendiri digunakan untuk menjalankan bermacam-macam tugas.

Misalnya, fungsi kognitif otak, fungsi sistem pencernaan, dan fungsi gerak tubuh.

Sementara itu, zat mineral bernama natrium yang terkandung dalam garam dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Baca: 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu Divonis Mati: Peran Pelaku, Merasa Ditipu, Digaji Rp 20 Juta

Pada dasarnya, kelebihan asupan apa pun tak baik buat kesehatan Anda.

Akan tetapi, tak ada salahnya untuk mencari tahu perbandingan bahaya antara pola makan kebanyakan gula dan kebanyakan garam.

Bahaya kebanyakan garam

Kekhawatiran terbesar para ahli gizi dan tenaga kesehatan seputar bahaya kebanyakan garam adalah risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).

Dalam tubuh, natrium dalam garam bertugas menahan cairan dalam tubuh.

Kalau seseorang kebanyakan garam, makin banyak pula cairan yang menumpuk atau terjebak di pembuluh darah, ginjal, jantung, serta otak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved