Jakarta International Velodrome, Arena Balap Sepeda Rp 665 Miliar

Untuk lintasannya sendiri, akan dipasang kayu yang diimpor dari Siberia, Rusia.

Tayang:
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Jakarta International Velodrome yang terletak di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (27/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Jakarta International Velodrome (JIV) merupakan satu diantara venue cabang olahraga balap sepeda yang akan digunakan untuk Asian Games 2018.

Tidak main-main, pembangunan arena balap sepeda yang ditaksir akan menjadi velodrome termegah di Asia Tenggara memakan biaya sebesar Rp 665 miliar.

Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk (WEGE) Abiprayadi Riyanto mengatakan bahwa JIV dibangun dengan standar internasional, seperti velodrome di Inggris dan Australia.

Baca: 40 Tenaga Perawatan MRT Jakarta Sudah Tersertifikasi

"Kapasitas daya tampung 3.000 tempat duduk, serta memiliki sertifikat standar dari Federasi Balap Sepeda Dunia, Union Cycliste Internationale (UCI), ujar Abiprayadi di JIV, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (27/4/2018).

Untuk lintasannya sendiri, akan dipasang kayu yang diimpor dari Siberia, Rusia.

Dengan desain berstandar internasional, JIV tetap menonjolkan filosofi budaya Indonesia berupa ukiran Betawi yang terletak di facade terakotanya.

"Kota Jakarta sebentar lagi akan memiliki Velodrome berstandar internasional dan termegah di Asia Tenggara. Velodrome ini merupakan kebanggan kita bersama,"ujar Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi.

Baca: Digrebek Warga, Pasangan Selingkuh Sering Berhubungan Intim Saat Suami Kerja

Hingga akhir Maret 2018, pembangunan konstruksi Velodrome sudah mencapai 86,9 persen dan ditargetkan selesai pada Juni 2018.

Saat ini pengerjaan sedang difokuskan di pemasangan kayu dari Siberia untuk lintasan balap sepeda.

JIV sendiri nantinya tidak hanya akan menjadi arena balap sepeda saja.

Tempat tersebut juga dirancang khusus sebagai lapangan futsal, bulu tangkis, serta cabang olahraga lain di tengah perlintasan sepeda.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved