Bayi Diculik di Depok
5 Fakta Pengakuan Penculik Bayi di Depok: Seperti Kerasukan Setan dan Senangkan Suami Kedua
Tersangka penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, Jumiyati memiliki dua suami dan tiga anak.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Polresta Depok meringkus penculik bayi berumur 25 hari bernama Aditya Hamizan Purnomo.
Bayi pasangan Ranto (35) dan Marlina (32) diculik Jumiyati.
TribunJakarta.com merangkum fakta-fakta seputar pengakuan pelaku penculikan bayi.
Berikut fakta-faktanya:
1. Jumiyati Culik Bayi Aditya untuk Senangkan Suami Keduanya

Tersangka penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, Jumiyati memiliki dua suami dan tiga anak.
Hal ini dikatakan Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto saat ditemui wartawan.
"Dia punya dua suami, satu suami sah, satu lagi suami sirih. Dari suami pertamanya ia memiliki tiga anak," kata Didik saat ditemui, Pancoran Mas, Depok, Selasa (1/5/2018).
Baca: Kronologi Bocah Guyur Kepala dengan Oli yang Viral, Pemilik Bengkel Minta Maaf
Meski memiliki dua suami, kedua suami JMT tidak mengetahui mereka diduakan.
Karena belum memiliki anak dari suami sirihnya ini yang menjadi motif JMT menculik putra Ranto (35) dan Marlina (32) yang baru berusia 25 hari.
"Motifnya Ingin punya anak untuk suami yang kedua, melihat tetangganya memiliki bayi, ia mengambil bayi tersebut," lanjutnya.
Dijelaskannya, untuk sementara ini polisi tidak menemukan adanya bukti Jumiyati terlibat sindikat penjualan anak.
Namun, karena Jumiyati berhasil merahasiakan kalau ia memiliki dua suami, polisi masih berusaha mendalami pelaku terlibat tindak pidana lain.
Baca: Gudang Styrofoam Terbakar di Meruya Utara
"Tersangka dikenakan UU nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman 15 tahun penjara," ujar Didik.
Pantauan TribunJakarta.com, raut wajah JMT saat ditemui wartawan tampak menyesal.
Ia menangis dan terus menyeka air matanya.
Mulutnya pun tampak bergumam saat Didik memberikan keterangan kepada wartawan.
"Saya cuman niat melihara, enggak niat apa-apa. Saya enggak tahu kemarin kerasukan setan apa-apa," tutur Jumiyati.
2. Jumiyati Mengaku Seperti Kerasukan Setan

Jumiyati, perempuan yang menculik bayi pasangan Ranto (35) dan Marlina (32) telah polisi tetapkan sebagai tersangka.
Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan motif Jumiyati menculik Aditya karena ingin memiliki anak.
"Dia ingin memiliki anak, mau adopsi tapi tidak belum dapat," ungkap Didik di pelataran Polresta Depok, Pancoran Mas, Depok, Selasa (1/5/2018).
"Makanya pas melihat tetangganya punya bayi ia mengambil bayi tersebut. Masih dialami apakah spontanitas dan atau direncanakan," dia menambahkan.
Meski belum dipastikan apakah aksinya terencana, Didik mengatakan Jumiyati mengetahui lingkungan tempat tinggal Marlina di jalan Flamboyan VI, Sukmajaya, Kota Depok.
Ia menjelaskan usai menculik Aditya, Jumiyati sempat ingin menitipkan anaknya ke suami sirinya.
Jumiyati beralasan bila bayinya merupakan anaknya sendiri.
Namun, keluarga suami sirinya menolak untuk menampung Aditya.
"Bayinya dititipkan ke US, dia dulunya tetangga kontrakan JMT. Jadi US enggak terlibat, dia hanya dititipkan saja. JMT mengaku kalau bayinya itu anaknya," tuturnya.
Terkait kabar adanya masalah, antara Jumiyati dengan Marlina, Didik mengatakan hal itu tidak benar.
Motif Jumiyati menculik Aditya karena ia ingin memiliki anak dan kini mengaku menyesali perbuatannya.
"Saya menyesal, kemarin saya enggak tahu kerasukan setan apa," kata Jumiyati.
Polisi mengamankan Jumiyati dan US, bersama bayi Aditya di jalan Maliki II RT 04 RW 02 sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (30/4/2018).
3. Jumiyati Ternyata Tetangga Korban

Kepolisian Resort Kota Depok telah menangkap dua perempuan terduga pelaku penculikan bayi laki-laki, Aditya Hamizan Purnomo, Senin (30/4/2018).
Dua terduga pelaku diamankan dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Maliki 2, RT 4/2, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Senin (30/4/2018) pagi.
Pelaku diketahui bernama Jumiati dan turut pula diamankan Ulis, orang yang diminta Jumiati merawat dan mengasuh bayi Aditya yang diculik.
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro menuturkan terduga pelaku penculikan yakni Jumiati ternyata adalah tetangga Marlina, ibu bayi Aditya.
Rumah dimana Jumiati tinggal, cukup berdekatan dengan rumah Marlina di Jalan Flamboyan VI, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.
Dari rumah Marlina itulah, bayi Aditya diculik pelaku, saat Marlina sedang belanja sayur ke warung di dekat rumahnya, Jumat (27/4/2018) pagi lalu.
"Ya, terduga pelaku bertetangga dengan ibu bayi Aditya," katanya, Senin (30/4/2018).
Karenanya kata Bintoro pihaknya masih memeriksa kedua perempuan tersebut, untuk mengungkap motif penculikan.
"Motifnya apa, masih terus kami dalami dan pastikan," kata Bintoro.
Sebelumnya Marlina ibu bayi Aditya mengaku saling kenal dengan Jumiati.
Bahkan anak Jumiati adalah rekan anaknya di salah satu SD di Depok.
"Ya Allah saya bener-bener nggak nyangka. Saya kenal pelakunya. Anaknya dia juga teman anak saya di SD. Bahkan anaknya sering main ke rumah, saya nggak tahu deh, apa motifnya, nggak nyangka," kata Marlina usai menerima bayinya dari Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto, di RS Mitra Keluarga, Depok, Senin.
Dengan sudah berhasil ditemukannya bayinya, Marlina mengaku bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepolisian dan semua pihak yang membantu.
"Alhamdulilah, terima kasih sebesarnya kepada polisi yakni Polresta Depok dan media juga dan semua pihak, yang sudah membantu hingga akhirnya bayi saya kira ditemukan," katanya.
Mengenai kondisi bayi Aditya sendiri saat ini, Marlina mengaku bahwa rambut bayinya sudah dibotakin pelaku dan ia tidak suka. Namun yang penting baginya kondisi bayi Aditya saat ini sehat.
4. Bayi Aditya Ditemukan Kepala Plontos dan Baju Diganti

Aditya Hamizan Purnomo yang diculik seorang perempuan ketika ditinggal ibunda, Marlina (32) beli sayur kini sudah berada dalam dekapan keluarganya.
Aditya ditemukan di satu kontrakan yang digerebek polisi, Jalan Maliki II RT 04/RW 02, Sukmajaya milik Lis dan suaminya Naryo.
Ranto (35) selaku ayah Aditya mengatakan anaknya yang baru berusia 25 hari itu ditemukan dengan kondisi kepala plontos.
"Pas tadi diserahin sama polisi rambut anak saya dipelontosin, kemungkinan pelaku yang plontosin rambutnya," kata Ranto kepada wartawan, Sukmajaya, Depok, Senin (30/4/2018).
Meski diplontos, Ranto dan Marlina mampu mengenali anak lelaki pertamanya itu.
Ia menduga, hal tersebut dilakukan pelaku agar anaknya tidak disangka bayi yang diculik.
Pasalnya, banyak media massa dan media sosial yang menampilkan foto Aditya.
Selain rambut Aditya yang diplontos, bajunya diganti saat pihak keluarga menerima.
"Bedongnya masih sama kaya waktu pas di rumah, hanya bajunya saja sudah diganti," tuturnya.
Ranto mendapat kabar dari kepolisian sekira pukul 08.00 WIB kalau ada penemuan bayi yang diduga anaknya.
Kala itu, ia merasa yakin bayi yang ditemukan tersebut merupakan sosok anaknya.
"Tadi pagi dapat informasi dari kepolisian kalau ada penemuan bayi, di situ saya bilang ke istri saya Aditya ditemukan," ujarnya.
Aditya diserahkan langsung oleh Didik di IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga.
Pantauan TribunJakarta.com, ketika mendekap bayinya, Marlina langsung menangis sembari mengucap Alhamdulilah.
Sementara Ranto langsung mencium kening Aditya.
5. Tetangga Kontrakan Dengar Tangisan Bayi Sebelum Digerebek

Jajaran Polresta Depok menggerebek satu rumah yang menjadi tempat Aditya disekap.
Rumah tersebut berupa kontrakan berukuran kecil yang terletak di jalan Maliki II RT 04/RW 02, Sukmajaya.
Ariyadi (20) yang merupakan tetangga kontrakan penyewa kontrakan tersebut mengatakan kontrakan tersebut dihuni tiga orang, yakni Naryo (suami), Lis (istri), dan satu anak perempuannya.
Sebelum polisi menggerebek rumah tersebut, Ariyadi mengaku sempat mendengar isak tangis bayi.
"Semalam, sekitar jam sepuluh malam saya mendengar bayi nangis. Saya juga bingung kok bisa ada bayi di situ, padahal harusnya enggak ada," kata Ariyadi, Sukmajaya, Depok, Senin (30/4/2018).
Meski tidak mengetahui pasti sejak kapan Lis mendiami kontrakannya Ariyadi mengatakan mereka sudah lama tinggal di situ.
Dalam kesehariannya, keluarga Lis tidak banyak bersosialisasi dengan warga sekitar, sehingga ia tidak terlalu mengenal sosok Lis.
"Orangnya enggak banyak ngomong sama warga, jadi saya enggak kenal banget. Cuman tahu kalau anak perempuannya masih SD," katanya.
Mengenai pekerjaan suami Lis, Ariyadi menduga Naryo berprofesi sebagai supir angkot dan pengemudi ojek online.
Meski tidak mengenal sosok keluarga Lis, ia sempat tidak mempercayai bila keluarga Lis terlibat kasus penculikan bayi.
"Sebenarnya enggak nyangka, tapi percaya enggak percaya juga, soalnya ada barang buktinya kan. Tadi pas digerebek mereka enggak melawan, kalau anaknya masih di sekolah pas digerebek," katanya.
Sebagai informasi, dari penggerebekan yang dilakukan sekira pukul 09.00 WIB.
Jajaran Polresta Jakarta Depok mengamankan dua orang perempuan yang terlibat dalam kasus penculikan Aditya pada Jumat (27/4/2018).
Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik mengatakan hingga kini kedua perempuan tersebut belum berstatus tersangka. (TribunJakarta.com/WartaKota)