Kronologi Bocah Guyur Kepala dengan Oli yang Viral, Pemilik Bengkel Minta Maaf

Arief mengaku, awalnya hanya ingin memberi pelajaran supaya anak berinisial LF itu tidak mengulangi perbuatannya lagi.

dok. Facebook
Foto seorang bocah yatim piatu mengguyurkan oli bekas ke kepala dan badannya viral di media sosial. 

TRIBUNJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Arief Alfian (37), pemilik sebuah bengkel motor di Turi, Sleman, Yogyakarta, menyampaikan permintaan maaf setelah foto seorang anak mengguyur kepalanya dengan oli viral di media sosial.

Foto itu viral dengan keterangan dihukum demikian setelah ketahuan mencuri onderdil di bengkel tersebut.

Arief mengaku, awalnya hanya ingin memberi pelajaran supaya anak berinisial LF itu tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Baca: Gudang Styrofoam Terbakar di Meruya Utara

"Niat saya hanya agar anak ini kapok, masa depannya kan masih panjang. Tidak ada niatan apa-apa selain agar jera, saya juga tidak tahu kalau anak yatim piatu," ungkapnya, Senin (30/4/2018).

Arief pun menyampaikan permintaan maafnya atas apa yang dilakukannya.

Dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak benar meskipun niatnya untuk mendidik.

Sehadi Utomo, Kepala Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta (kiri), dan Arief Alfian, pemilik bengkel saat memberikan keterangan terkait foto seorang anak yang mengguyur kepalanya dengan oli.
Sehadi Utomo, Kepala Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta (kiri), dan Arief Alfian, pemilik bengkel saat memberikan keterangan terkait foto seorang anak yang mengguyur kepalanya dengan oli. (KOMPAS.com / Wijaya Kusuma)

"Dengan ketulusan hati meminta maaf. Ya saya ada rencana untuk bersilahturahmi kesana dan memberikan satunan," tuturnya.

Sehadi Utomo, Kepala Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, membenarkan peristiwa tersebut terjadi di bengkel milik Arief, keponakannya, pada Senin (23/4/2018).

Anak laki-laki dalam fotonya tersebut berinisial LF, seorang yatim piatu dan masih duduk di kelas VIII.

"Awalnya ada dua orang anak yang datang ke bengkel karena sepedanya rusak, rantainya putus. Minta kepada ponakan saya ini agar dibetulkan," ujar Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sehadi Utomo, Senin.

Baca: Poster Dilan dan Menteri Susi Bergaya Wonder Woman Ramaikan Aksi Buruh

Sehadi menuturkan, saat dicek, ternyata rantai tidak bisa dibetulkan dan harus diganti.

Namun LF mengaku tidak punya uang untuk mengganti rantai.

"Rantainya sudah enggak layak pakai, harus ganti, tetapi anak ini mengaku tidak punya uang. Keponakan saya, Arief, beritikad membantu menganti dengan gratis," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved