Lambaian Tangan Novanto dan Harapannya Agar yang Menzaliminya Diampuni

"..tentu yang dizalimi dibalas oleh Allah SWT, baik di dunia dan di akhirat. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya," papar Novanto

Lambaian Tangan Novanto dan Harapannya Agar yang Menzaliminya Diampuni
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto resmi berpindah dari Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Pantauan Kompas.com, Novanto keluar dari tahanan sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (4/5/2018)(DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com) 

Baca: Setiap Bulan, PKL Bayar Uang Sewa ke Pemilik Rumah Rp 1 Hingga Rp 1,5 Juta

Sambil tersenyum, ia mengatakan bahwa kini dirinya akan meninggalkan indekosnya di KPK, untuk menuju ke pesantren di Lapas Sukamiskin Bandung.

"Pertama-tama saya terima kasih kepada seluruh wartawan yang ada di KPK. Saya sekarang mau pamit. Saya dari kos-kosan, saya akan menuju ke tempat pesantren, yang di sana saya akan banyak belajar dan berdoa," tutur Novanto.

"Dan tentu bagi siapa-siapa saja yang menzalimi saya, saya mohon diberikan, dan biarlah saya sendiri yang dizalimi. Dan mudah-mudahan bahwa mereka yang menzalimi dimaafkan, dan tentu yang dizalimi dibalas oleh Allah SWT, baik di dunia dan di akhirat. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya," papar Novanto denganm nada tenang, lalu berjalan menuju mobil KPK.

Baca: Hanya Survei Rumah Sakit, Fredrich Yunadi Bantah Pesan Kamar untuk Setya Novanto

Tepat di depan pintu penumpang mobil tersebut, Novanto melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah wartawan yang memanggil-manggil namanya.

Setelah Novanto masuk ke dalam mobil, seorang petugas KPK yang membawa bungkusan warna cokelat di tangannya, ikut masuk ke dalam mobil. (Gita Irawan)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pamit dari Rutan KPK Menuju Lapas Sukamiskin, Setya Novanto: Biarlah Saya Sendiri yang Dizalimi

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved