Ikut Program KB Gratis Malah Dikasih Uang, Kok Bisa?

Biasanya, lanjut Daswan, uang tersebut akan diberikan di setiap program KB berlangsung namun berbeda-beda nominalnya.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Daswan, selaku Kasatpel PPAPP Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Para peserta yang mendaftar dan mengikuti program Keluarga Berencana (KB) akan diberikan sejumlah uang.

Demikian dikatakan Kasatpel Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Daswan.

Pendaftar yang mendapatkan uang itu merupakan para pendaftar yang mengikuti Keluarga Berencana (KB) khususnya Medis Operatif Pria (MOP) atau Vasektomi.

"Prosesnya kan kalau Pria yang ingin mendaftar vasektomi itu cepat, engga sampai 10 menit. Selain itu mereka juga akan diberikan sejumlah uang," kata Daswan kepada TribunJakarta.com di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).

Baca: Hakim PTUN Putuskan Tolak Gugatan HTI: Deretan Peristiwa Saat Sidang Sampai Ajukan Banding

Biasanya, lanjut Daswan, uang tersebut akan diberikan di setiap program KB berlangsung namun berbeda-beda nominalnya.

"Kalau hari biasa ya biasanya 100 ribu sampai 150 ribu. Kalau hari besar seperti acara ini bisa mengantongi 300 ribu rupiah per orang," katanya saat ditemui di acara pelayanan KB gratis TNI bersama Pemerintah DKI Jakarta.

Pemberian sejumlah uang kepada pria yang mendaftar bukan tanpa sebab.

Baca: Hilangkan Jejak, Stefanus Tiga Kali Bakar Jasad Laura Pakai Bensin

Sejumlah uang itu bertujuan untuk membantu keluarga pendaftar lantaran pendaftar harus beristirahat selama tiga hari.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Penggerakan Sudin PPAPP Jakarta Selatan Jaenuddin.

"Kalau MOP, pria seusai operasi itu kan tidak langsung bekerja. Karena kita sudah hitung. Tukang ojek kan sehari dapat 100 ribu, kalau tiga hari 300 ribu. Itu pantas dan cukup untuk keluarga tiga hari itu. Hanya penyembuhan saja. Sebetulnya hari kedua sudah bisa beraktifitas tapi tiga hari itu lebih baik saja," pungkas Jaenuddin.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved