Melawan, Anggota Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong Tewas Ditembak Polisi

Lebih lanjut Argo menerangkan, karena kehabisan darah saat akan dibawa menuju rumah sakit, satu dari dua orang tersebut harus meregang nyawa.

Melawan, Anggota Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong Tewas Ditembak Polisi
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Lima orang komplotan spesialis pencurian kendaraan di rumah kosong yang berhasil diamankan oleh pihak berwajib, Jumat (18/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Petugas kepolisian dari Jatanras Polda Metro Jaya (PMJ) menembak dua dari tujuh orang pelaku pencurian spesialis rumah kosong.

Pasalnya, mereka sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

"Saat dilakukan penangkapan, dua tersangka coba melawan, jadi kamu lakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Kabid Humas PMJ Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat (18/5/2018).

Baca: Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati: Reaksi Terdakwa, Isi Surat dan Respon Korban Selamat

Lebih lanjut Argo menerangkan, karena kehabisan darah saat akan dibawa menuju rumah sakit, satu dari dua orang tersebut harus meregang nyawa.

"Karena kehabisan darah saat dibawa ke rumah sakit, satu orang meninggal dunia," ucapnya di depan Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Satu orang pelaku yang meregang nyawa tersebut ialah RS, ia berperan sebagai kapten dan memegang senjata api (senpi) rakitan saat menjalankan aksinya.

Baca: Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Kendaraan Bermotor di Rumah Kosong

Diberitakan sebelumnya, polisi berhasil menangkap tujuh orang pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor di rumah kosong.

Komplotan ini terdiri dari RS, RD alias Edo, ST alias Wito, SM, RS alias Rian, AS alias Adit, dan EG alias Eka.

Ketujuh orang ini memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya, RS, RD, SM, dan Rian bertindak sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah, AS dan ST bertugas menunggu di luar untuk mengamati lingkungan sekitar, sementara EG berperan sebagai penampung atau penadah.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan tersebut selalu membawa senjata api ratikan dan senjata tajam, mereka pun tak segan untuk melukai korbannya bila melakukan perlawanan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved