Puluhan Rumah Jemaah Ahmadiyah Dihancurkan Warga, Tuan Guru Bajang Beri Komentar
Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang melalui akun twitternya memberikan komentar.
TRIBUNJAKARTA.COM - Maarif Institute menyatakan, perusakan rumah dan upaya pengusiran warga Ahmadiyah di Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, tak perlu terjadi.
Terlebih, hal itu dilakukan saat Ramadhan, bulan suci untuk umat Islam.
"Peristiwa intoleransi ini adalah bentuk teror dan telah merusak kesucian bulan Ramadhan," kata Direktur Maarif Institute Abdullah Darraz.
Maarif Institute menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut.
Semua bentuk intoleransi terhadap komunitas yang berbeda tidak boleh dibiarkan dan dijadikan hal yang dianggap wajar.
TONTON JUGA
Baca: Dinilai Sesat, Warga Hancurkan Puluhan Rumah, Jemaah Ahmadiyah Lari ke Hutan
Oleh karena itu, Maarif Institute mendesak aparat keamanan untuk tegas terhadap berbagai perilaku dan pelaku tindak intoleransi seperti yang terjadi kepada warga Ahmadiyah di Lombok.
"Polisi bertanggung jawab memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh warga negara, terutama ketika menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, sebagaimana diatur dalam konstitusi," kata dia.
"Negara harus hadir dalam memberikan jaminan keamanan dan juga rehabilitasi properti yang telah dirusak pelaku teror," ujar Darraz.
Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang melalui akun twitternya memberikan komentar.
Ia meminta warga segera menghentikan aksi kekerasan terhadap warga penganut Ahmadiyah.
Baca: Truk Tabrak Pedagang Takjil hingga Tewaskan 11 Orang, Warga Perempuan Pada Menjerit
"Hentikan semua perbuatan permusuhan apalagi kekerasan, hormati Ramadan, hormati hak setiap orang untuk hidup dengan aman dan damai sesuai keyakinannya," tulis TGB di akun Twitter nya @tgbID.
TGB juga mengatakan situasi telah kembali kondusif pasca penyerangan tersebut.
Kata dia, sebagaian warga Ahmadiyah telah diungsikan di Mapolres Lombok Timur, Minggu (20/5/2018).
"Perangkat Pemda bersama TNI dan Polri sudah memulihkan situasi. Sebagian warga Ahmadiyah di lokasi diamankan di Mapolres Lotim, sebagian mengungsi ke tempat keluarga mereka," ujarnya.
Dia menerangkan upaya mediasi juga akan segera dilakukan.
Tak lupa, TGB pun mendorong polisi untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan tersebut.
"Pemulihan rumah milik warga segera dilakukan, mediasi juga sudah dimulai. Penegakan hukum terhadap pelaku pengrusakan akan dilakukan oleh pihak Kepolisian. Demikian pernyataan kami setelah hampir 10 tahun tidak pernah ada masalah dengan warga Ahmadiyah di NTB" tulis TGB.(Tribun Network/kps/wly)