Tanggapan Redaksi

Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair

Tanggapan atas tulisan Muhammad Heychael di Remotivi, berjudul Bagaimana Tribunnews membantu Terorisme?

Editor: ade mayasanto
www.tribunnews.com
www.tribunnews.com 

Berita yang kelihatan remeh temeh (remah-remah) itu ternyata banyak mendapat apresiasi karena menunjukkan warga Jakarta tak takut terhadap terror bom.

Lalu apa bedanya dengan berita di Tribunnews.com yang menyebut sejumlah warga asyik menonton siaran televisi mengenai Liga Inggris di depan polisi yang tengah berjaga.

Fenomena itu menunjukkan warga tidak merasa ketakutan meski di dekatnya tengah terjadi aksi terror. Mereka tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara biasa saja.

4. Mengenai ulasan kehidupan Ipda Auzar, korban meninggal di Polda Riu, bukan hanya dilakukan oleh Tribunnews.com tetapi oleh hampir semua media.

Latarbelakang kehidupan korban menjadi penting untuk menujukkan bahwa aksi teror bisa menimpa siapa saja, tak peduli agamanya apa. Lalu apa yang salah?

5. Soal teroris ganteng. Apa yang salah ketika reporter mewawancarai warga sekitar mengenai profil orang yang diduga pelaku teror.

Itu juga merupakan informasi untuk memberitahu masyarakat, pelaku teroris tidak harus menggunakan atribut dan punya stereotip tertentu. Mereka bisa saja hidup di tengah masyarakat biasa dan berpenampilan apa saja. What’s wrong.

Penulis juga berlebihan menyebut berita tentang Ahok di Tribunnews.com. Soal kondisi Ahok di Mako Brimob menjadi konsumsi nyaris semua media mainstream yang luput dari pantauan penulis.

Bahkan polisi pun beberapa kali memberikan keterangan tentang kondisi Ahok di Rutan.

6. Mengenai selebrita menjadi narasumber kasus terorisme. Semua orang, termasuk, selebriti dan public figur, punya hak untuk menyatakan opninya. Siapapun bisa menjadi korban aksi terorisme, termasuk artis dan selebriti.

Teori mana yang menyebutkan mereka tak boleh diwawancarai untuk kasus serius semacam teror bom?

Dalam konteks ini artis Ahmad Dhani, juga punya hak untuk berpendapat. Apalagi Ahmad Dhani pernah menjadi sasaran kelompok teroris yang mengirim bom buku ke rumah pribadinya di kawasan perumahan Pondok Indah, Jakarta, 17 Maret 2011.

Bom itu kemudian diledakkan di sebuah tanah kosong dekat rumah Ahmad Dhani. Bahwa Ahmad Dhani punya pendapat yang berbeda dengan pendapat mainstream mengenai teror bom yang terjadi saat ini, itu soal lain. Jadi apa yang tidak relevan?

7. Kami tidak antikritik namun tulisan Muhammad Heychael sama sekali tidak proporsional, tendensius, tidak didasari tabayyun, dan cenderung menyesatkan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved