Rokok dan Minuman Kemasan Jadi Komoditas Andalan di Warung

Ridwan mengatakan, kebanyakan masyarakat memilih belanja di minimarket karena alasan gengsi dan harganya yang lebih murah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ridwan (47) saat ditemui di warung miliknya, Sukmajaya, Depok, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Rokok dan minuman kemasan menjadi barang yang paling laris dibeli di warung dan menjadi penopang usaha.

Alasannya, semenjak mini market menjamur, banyak pembeli yang memilih belanja di minimarket dibanding di warung.

Hal ini diungkapkan Ridwan (47) selaku pemilik warung di jalan Gama Setia Depok.

"Semenjak banyak minimarket omzet pedagang warung turun, turunnya parah bisa sampai 50 persen. Yang bikin usaha tetap jalan itu rokok sama minuman, dua barang itu yang paling banyak dibeli," kata Ridwan di Sukmajaya, Depok, Kamis (24/5/2018).

Ridwan mengatakan, kebanyakan masyarakat memilih belanja di minimarket karena alasan gengsi dan harganya yang lebih murah.

Sekalipun saat mereka hanya membeli barang kebutuhan sehari-hari dalam untuk konsumsi pribadi.

Baca: Jadi Pelaku Aksi Bom Bali Hingga Tobat, Umar Patek Bongkar Alasannya Keluarga Mengubah Jalan Hidup

Hal ini tidak dialami pedagang warung di pinggir jalan, pedagang warung dekat pemukiman warga seperti Ridwan turut merasakannya.

"Ibaratnya, sekarang orang belanja sabun yang harganya cuman Rp 2 ribu saja belajarnya di minimarket, bukan di warung. Enggak cuman saya yang merasakan, pedagang warung lain juga," ujarnya.

Semenjak minimarket banyak pedagang warung yang mengurangi porsi belanja barang kebutuhan sehari-hari.

Baca: Gara-gara Suami Selingkuh, Wanita Ini Tega Menganiaya Buah Hati Hingga Hidung Berdarah

Penjualan di warung baru mulai meningkat sekitar pukul 22.00 WIB saat minimarket mulai tutup.

Kalau pukul tersebut, banyak pedagang warung yang masih membuka usahanya.

"Kalau jam 10 malam pembeli lumayan meningkat karena minimarket mulai pada tutup, jadi pembeli belanjanya di warung," tutur Ridwan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved