Ramadan 2018

Masjid Jami Angke, Simbol Keberagaman Indonesia Sejak Masa Kolonial

"‎Jadi masjid ini memang merupakan perpaduan banyak budaya ‎yang mencerminkan keberagaman di Indonesia," kata Abyan.

Tayang:
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Bangunan Masjid Al Anwar atau Masjid Jami Angke, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Satu lagi masjid bersejarah di Jakarta yang berada di ‎kawasan Tambora, Jakarta Barat ialah Masjid Al Anwar atau dikenal dengan nama Masjid Jami Angke.

Hal itu tak lepas dari lokasi bangunan masjid ini yang berada di kawasan Angke, Jakarta Barat. 

Tepatnya di gang Masjid No 1 RT 01/05, Kampung Rawa Bebek, Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Masjid yang terletak di gang kecil dan berhimpitan dengan pemukiman warga itu ‎sarat dengan percampuran budaya yang menandakan keberagaman di Indonesia.

Bangunan Masjid Al Anwar atau Masjid Jami Angke, Jakarta Barat.
Bangunan Masjid Al Anwar atau Masjid Jami Angke, Jakarta Barat. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

‎Pengurus Masjid Jami Angke, Muhammad Abyan Abdillah mengatakan pembangunan masjid ini pada tahun 1751 itu tak lepas dari tragedi pembunuhan massal yang menyasar warga Tionghoa di Batavia kala itu.

Hal itu membuat orang Tionghoa mencari perlindungan dan bersembunyi ke kawasan Angke yang mayoritas penduduknya adalah muslim dari Banten serta orang Bali bergama Hindu.

Selama bertahun-tahun mereka hidup berdampingan, Abyan menjelaskan kalau salah satu warga keturunan Tionghoa bernama Tan Hio menikah dengan ulama setempat.

"Dari sanalah akhirnya dibangun masjid ini yang arsiteknya juga orang keturunan Tionghoa ‎yakni Syaikh Lion Tan dengan dukungan dari nyonya Tan Hio," ujar Abyan saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Senin (28/5/2018).

Bangunan Masjid Al Anwar atau Masjid Jami Angke, Jakarta Barat.
Bangunan Masjid Al Anwar atau Masjid Jami Angke, Jakarta Barat. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

‎Karenanya, ia menyebut arsitektur Masjid Jami Angke ini kental dengan perpaduan budaya yang begitu beragam.

"Langgam arsitektur masjid ini merupakan perpaduan antara jawa, Bali, Tionghoa, Eropa dan Arab," ujar Abyan.

‎Ornamen bergaya Jawa dan Bali ini terlihat dari arsitektur pintu yang ada di masjid ini.

‎"Pintu masjid ini merupakan perpaduan daya seni. Pintu utama ukirannya merupakan gaya Bali dan kayunya menggunakan kayu dari Jawa," kata Abyan. 

Sedangkan kesan Eropa terlihat dari Jendela masjid yang yang berbentuk lebar dan besar. 

Kemudian langgan Tionghoa dapa‎t terlihat dari detail konstruksi pada. Atap bangunan yang mengingatkan pada atap bangunan klenteng.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved