Ramadan 2018

Menengok Cara Pembuatan Lemang

Karena membutuhkan waktu lama untuk matang, Lemang yang dijajakan harus sudah dibakar hingga matang terlebih dulu.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Lemang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Lemang akrab di lidah orang Melayu dan identik dengan bulan Ramadan karena merupakan makanan yang disajikan saat bercengkrama.

Hasmin Rambe (54) selaku pemilik Warung Lemang Muslim di Jalan Ir. H. Juanda Depok mengatakan perlu waktu cukup lama untuk memasak Lemang.

"Pertama beras ketan itu direndam dulu beberapa jam, habis direndam baru diaduk sama santan dan garam. Setelah itu dimasukan ke dalam bambu yang sudah dicuci. Dimasukkannya dibungkus pakai daun pisang. Habis itu bambu baru dibakar, kurang lebih dua sampai tiga jam baru matang," kata Rambe saat ditemui di warungnya, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018).

Hasmin Rambe (kiri) bersama kerabatnya Ahmad Hudirin di Warung Lemang Muslim, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Hasmin Rambe (kiri) bersama kerabatnya Ahmad Hudirin di Warung Lemang Muslim, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Bambu yang digunakan adalah bambu Lemang yang dipasok langsung dari Sukabumi.

Dikatakannya bambu Lemang memiliki ketebalan yang lebih tipis dan kekuatan yang berbeda dibanding bambu yang kerap ditemukan di jalan.

"Bambu dikirim dari Sukabumi, jadi bukan bambu biasa. Kalau pakai bambu yang di pinggir jalan itu dibelahnya susah. Kan bambu yang dipakai cuman bisa dipakai satu kali, enggak bisa berkali-kali. Dari Sukabumi dikirim per dua minggu sekali, sekali ngirim 200 sampai 300 batang bambu," jelasnya.

Karena membutuhkan waktu lama untuk matang, Lemang yang dijajakan harus sudah dibakar hingga matang terlebih dulu.

Hasmin Rambe (54) saat memperagakan cara memotong Lemang yang telah matang, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018).
Hasmin Rambe (54) saat memperagakan cara memotong Lemang yang telah matang, Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Di perapian, bambu diletakan dalam posisi berdiri sembari terus menjaga suhu api agar matang merata.

Kala itu, asap pembakaran Lemang yang beraroma santan akan beredar guna menarik pembeli yang melintas.

Lemang yang sudah matang dikeluarkan dari bambu dengan cara membelah bambu yang menjadi wadah memasak.

Berkat dibungkus daun pisang, Lemang yang sudah matang tidak menempel di dalam bambu sehingga dapat keluar dengan mudah.

"Kalau cara tradisionalnya dibakar di perapian. Kalau sekarang kan ada yang dikukus di ketel baru dimasukan ke bambu terus bambunya dibakar sebentar. Kalau yang pakai cara itu bambunya enggak perlu dibelah. Jadi bisa dipakai lagi. Kalau saya masih masak pakai cara aslinya," ujar Rambe.

Selain cara itu, ada juga Lemang yang dikemas dan dijajakan di dalam kemasan kalengan.

Rambe mengetahui Lemang kemasan kaleng dari pembelinya yang pernah membeli di Singapura.

Hasmin Rambe (54) menunjukkan tempat pembakaran lemang di Warung Lemang Muslim miliknya di Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Hasmin Rambe (54) menunjukkan tempat pembakaran lemang di Warung Lemang Muslim miliknya di Cimanggis, Depok, Senin (28/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA (TribunJakata.com/Bima Putra)
Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved