Ramadan 2018

Mengengok Keunikan Masjid 1000 Pintu di Tangerang

Masjid yang terlihat seperti tidak terawat tersebut sering kali menjadi pusat destinasi warga Tangerang karena keunikannya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Ega Alfreda
Masjid 1000 pintu yang berlokasi di RT 01/03, Kampung Bayur, Kelurahan Priuk Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Masjid Agung Nurul Yaqin atau lebih terkenal dengan sebutan Masjid 1000 pintu mengubur berbagai cerita.

Masjid 1000 pintu terletak di RT 01/03, Kampung Bayur, Kelurahan Priuk Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang.

Suasan ruangan Masjid 1000 pintu yang gelap dan sepi.
Suasan ruangan Masjid 1000 pintu yang gelap dan sepi. (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Masjid yang terlihat seperti tidak terawat tersebut sering kali menjadi pusat destinasi warga Tangerang karena keunikannya.

Menurut Agung, seorang pengurus Masjid 1000 pintu tersebut, di dalam bagian masjid yang terkunci rapat tersebut terdapat banyak pintu yang mengarah ke berbagai ruangan sempit dan lembab.

Suasan ruangan Masjid 1000 pintu yang gelap dan sepi.
Suasan ruangan Masjid 1000 pintu yang gelap dan sepi. (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Bagian itu dikunci, kenapa 1000 pintu karena memang ada banyak pintu di dalam bagian tersebut yang setiap pintunya terdapat ruangan kosong," ujar Agung saat ditemui di Masjid 1000 pintu di Tangerang, Selasa (29/5/2018).

"Saya sendiri gak ngitungin ada berapa pintu persisnya," imbuhnya.

Suasan ruangan Masjid 1000 pintu yang gelap dan sepi.
Suasan ruangan Masjid 1000 pintu yang gelap dan sepi. (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Pasalnya didalam bagian masjid yang terkunci tersebut didalam lorongnya hanya berukuran 2x1 meter dan tidak dilengkapi dengan penerangan.

Bangunan Masjid 1000 pintu memiliki tiga lantai. Lantai satu dikhususkan untuk ruang zikir dan meditasi.

Sedangkan lantai dua dan tiga dikhususkan untuk kegiatan pengajian, salat dan kegiatan agama lainnya.

Walau terkunci, warga yang mau sekedar berwisata atau beribadah dapat memasuki bagian disebelah kanan masjid, karena tempat tersebut dibuka untuk umum dan untuk beribadah.

Salah satu musala yang bersebelahan dengan makam keramat Syeikh Al Faqir Mahdi.
Salah satu musala yang bersebelahan dengan makam keramat Syeikh Al Faqir Mahdi. (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Meskipun terbuka untuk umum, namun masjid tersebut tampak gelap dan seram ketika didatangi saat siang hari pula.

Uniknya, walau masuk dalam kategori masjid, namun nyatanya dalam masjid itu sendiri terbagi dalam berbagai sekat hingga memiliki nama musala masing-masing sekatnya.

"Setiap ruangan (musala) yang luasnya sekitar 4x3 meter diberikan nama. Ada musholla Fathulqorib, Tanbihul-Alqofilin, Durojatun Annasikin, Safinatu-Jannah, Fatimah hingga Musholla Ratu Ayu," ujar Agung.

Salah satu ruangan (musala) tersebut juga bersebelahan dengan makam pendiri Masjid 1000 pintu tersebut yang warat pada tahun 2012 silam, Syeikh Al Faqir Mahdi.

Makam keramat Syeikh Al Faqir Mahdi yang kerap ramai penziarah ketika hari raya Islam.
Makam keramat Syeikh Al Faqir Mahdi yang kerap ramai penziarah ketika hari raya Islam. (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Menurut Agung, saat hari tertentu dan hari raya Islam, makam Syeikh Al Faqir Mahdi akan ramai dengan penziarah.

"Disini kalau hari raya Islam pasti ramai penziarah, tapi tidak boleh masuk hanya diluar pintu makamnya saja. Karena dianggap keramat," kata Agung.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved