Liburan Irfan Berujung Jadi Korban, Begini Kisahnya Mampu Rebut Celurit Pembegal
Rencana liburan seorang santri asal Madura di Kota Bekasi berujung duka, karena tubuhnya luka disabet celurit. Tapi pelakunya malah tewas.
Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Erlina Fury Santika
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Lima hari sebelum memasuki Ramadan, Muhammad Irfan Bahri atau Irfan, santri asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengunjungi rumah pamannya, Ahmad Fauzi, di Bekasi Timur.
Irfan memang sudah merencanakan menghabiskan liburan di rumah pamannya selama seminggu, setelah itu kembali pulang lagi ke Madura untuk melanjutkan mondok.
Siapa sangka, liburan pemuda ini justru berujung luka karena menjadi korban begal.
Kronologinya, pada Rabu (23/05/2018), Irfan bersama tiga rekan satu kampungnya yang berada di Bekasi berkumpul di Alun-alun Kota Bekasi usai salat Tarawih.
Hingga larut malam, beberapa rekannya pulang meninggalkan ia dan rekannya, Achmad Rofiqi.
Lantas ia dan Rofiqi melanjutkan untuk jalan ke kawasan Jalan Ahmad Yani.
Tepat di Landmark Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Irfan dan Rofiqi memutuskan untuk minum kopi sambil menikmati malam.
Tak lama, ia minta diantarkan ke Summarecon.
Ia mengaku tak pernah ke Summarecon Bekasi sebelumnya, maka ia minta rekannya untuk kesana dan mengambil beberapa foto di jembatan Summarecon.
Namun, muncul kejadian yang tak terduga.
Saat berfoto-foto sekitar 15 menit, tiba-tiba pengendara Honda Beat putih yang berjumlah dua orang mendekatinya.
Kedua orang tersebut bernama Aric Syafuloh alias AS, dan satu lagi bernama Indra Yulianto alias IY.
Seketika mereka mendekat ke arah Rofiqi sambil salah satu di antaranya mengeluarkan celurit dari balik jaket.
Kemudian kedua orang tersebut langsung meminta telepon genggam milik Rofiqi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/korban-begal_20180530_101022.jpg)