Napak Tilas Si Pitung di Masjid Alam yang Rutin Dikunjungi Pelancong Luar Pulau

Karena lokasinya yang dekat dengan Rumah Si Pitung, pada sejarahnya dikisahkan Pitung sering mengunjungi masjid tersebut.

TRIBUNJAKARTA.COM/ GERALD LEONARDO AGUSTINO
Masjid Al Alam di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (2/6/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Masjid Al Alam lokasinya sangat dekat dengan cagar budaya Rumah Si Pitung, yang terletak di bilangan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Karena lokasinya yang dekat dengan Rumah Si Pitung, pada sejarahnya dikisahkan Pitung sering mengunjungi masjid tersebut.

Legenda yang namanya santer terdengar sebagai Jagoan Betawi sejak abad ke-19 ini dikabarkan sering mengunjungi Masjid Al Alam untuk menunaikan ibadah salat serta belajar lebih dalam tentang agama Islam.

"Mengenai sejarah, sebenarnya kedekatan dengan Rumah Si Pitung karena Si Pitung kan seorang Muslim beliau pernah singgah di rumah itu, pernah tinggal di Marunda ini. Beliau juga pernah tinggal di sini, salat kah, belajar Muslim kah, atau apa pun. Bentuknya hanya napak tilas saja," kata Kusnadi, pengurus Masjid Al Alam, saat berbincang bersama TribunJakarta.com, Kamis (31/5/2018).

Dengan adanya Rumah Si Pitung dan juga kisah seputar berdirinya masjid yang cukup menarik, banyak pengunjung dari luar Pulau Jawa yang mengunjungi Masjid Al Alam untuk sekedar wisata atau berziarah.

Baca: Tampil dalam Teater Langit 7 Bidadari, Indy Barends Ungkap Rahasia Ariel Tatum Dulu Belum Besar

"Dari Malaysia kadang-kadang misalnya mereka berlabuh ya, mereka sengaja datang kemari. Karena dibilang kan sejarahnya itu tadi, dia baca di mana akhirnya ya dia datang kemari pengen tahu. Kadang-kadang dari Palembang dari Riau sengaja datang kemari untuk ziarah," kata Kusnadi.

Apalagi, di dekat Masjid Al Alam terdapat sebuah makam keramat tempat Kyai Haji Jamiin bin Abdullah dimakamkan.

Selain makam Kyai Haji Jamiin bin Abdullah, Kusnadi juga menjelaskan terdapat sejumlah makam syuhada di belakang Masjid Al Alam.

Para syuhada tersebut adalah mereka yang berjihad saat perang melawan penjajah pada abad ke-16 lalu.

Baca: Rosalia Dikabarkan Hamil 3 Bulan Saat Dibunuh, Simak 8 Fakta Pendeta Henderson

Meskipun begitu, sejumlah makam para syuhada tersebut dewasa ini sudah ditindih dengan makam-makam baru.

"Kalau dulu kan bentuknya hanya bongkahan batu dan ditulisnya bahasa Arab. Sekarang ini sudah ditindih sudah banyak makam baru," tandas Kusnadi.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved