Sudirman Said Harap Insiden Radar Bogor Digeruduk Tidak Membuat Pers Takut

Dalam demokrasi yang dijalankan di Indonesia, semua pihak memang berkewajiban melakukan cek dan ricek untuk menjaga keseimbangan.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNNEWS.COM
Sudirman Said 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said angkat bicara mengenai maraknya pemberitaan ratusan simpatisan PDIP mendatangi kantor redaksi Radar Bogor.

Sudirman Said berharap dengan kejadian tersebut, tidak membuat pers takut dalam mengkritik atau memberitakan suatu peristiwa yang sedang terjadi di Indonesia.

Baca: Jalani Cinta Terlarang Selama 4 Tahun, Pendeta Henderson Cemburu Dengar Kabar Rosalia Punya Pacar

"Kalau pers menjadi takut menyampaikan kritik, itu tanda-tanda demokrasi kurang sehat. Demokrasi dalam bahaya," ujar Sudirman Said berdasarkan keterangan yang diterima TribunJakarta.com, Jumat (1/6/2018).

Dalam demokrasi yang dijalankan di Indonesia, semua pihak memang berkewajiban melakukan cek dan ricek untuk menjaga keseimbangan.

Baca: Pilih Ayu Ting Jadi Pemeran Utama, Raffi Ahmad: Gue Agak Nekat

Mantan Menteri ESDM tersebut mengatakan, pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki fungsi sebagai penyeimbang, serta mengoreksi hal-hal yang melanggar kepatutan.

"Pers kita butuhkan untuk menjaga kebebasannya agar masyarakat dapat terus berpijak pada kewajaran,” ujar Sudirman Said.

Lebih lanjut, Sudirman Said menyampaikan bahwa negara saat ini tidak bisa diurus dengan menebar ancaman atau kekerasan.

"Itu sudah masa lalu. Di alam demokrasi semua harus saling menghargai," ujar Sudirman Said.

Sebelumnya, Radar Bogor menerbitkan koran hari Rabu (30/5/2018) dengan tajuk utama 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta', yang merupakan berita mengenai gaji pimpinan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Akibatnya, sejumlah massa dari simpatisan kader PDI Perjuangan menggeruduk dan melakukan demo di kantor Radar Bogor Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Taman Yasmin, Kota Bogor.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved