Ramadan 2018

Generasi Awal Sempat Rahasiakan Sejarah Berdirinya Masjid Al-Istiqomah

Generasi awal menyimpan cerita berdirinya Masjid Jami Al-Istiqomah di Pancoran Mas, Depok.

Penulis: Bima Putra | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Bima Putra
Masjid Jami Al-Istiqomah di Pancoran Mas, Kota Depok. TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Berawal dari tanah seluas 1.020 meter persegi yang diwakafkan Haji Djasim, Masjid Jami Al-Istiqomah dikisahkan berdiri dengan sendirinya pada 1848.

Dikisahkan, pembangunan masjid yang hampir rapung berhenti karena fajar keburu terbit. 

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Masjid Jami Al-Istiqomah, Suganda, mengatakan sejarah pasti berdiri dan terhentinya pembangunan masjid dirahasiakan oleh generasi terdahulu.

Rahasia itu dijaga ketat hingga membuat generasi penerus Masjid Jami Al-Istiqomah tak mengetahui sejarah pasti.

"Kami sebagai generasinya mencoba untuk menggali, namun karena hal ini jangan sampai disalahartikan oleh para generasi-generasi selanjutnya, sehingga orangtua kami merahasiakannya. Cukup dengan ucapan dari orang-orang terdahulu kesiangan. Cukup dengan kata itu saja. Jadi memang tidak menjelaskan secara rinci kenapa-kenapanya," kata Suganda saat ditemui di Pancoran Mas, Depok, Selasa (29/5/2018).

Baca: Cerita Tangkuban Perahu di Balik Berdirinya Masjid Jami Al-Istiqomah

Makam Haji Djasim di belakang Masjid Jami Al-Istiqomah, Pancoran Mas, Depok.
Makam Haji Djasim di belakang Masjid Jami Al-Istiqomah, Pancoran Mas, Depok. (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Meski tidak mengetahui sejarah pasti berdirinya Masjid, Suganda bersyukur karena generasi pertama merahasiakan sejarah masjid.

Alasannya, bila keputusan itu tidak diambil generasi terdahulu, maka sejarah berdirinya masjid dikhawatirkan bisa disalahartikan oleh generasi mendatang.

Mengenai Haji Djasim, Suganda menjelaskan dialah orang yang mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, berasal dari Kudus dan silsilahnya nyambung ke Wali Songo.

"Ini tidak diungkapkan secara langsung oleh orangtua kami terdahulu, khawatir disalahartikan oleh generasi-generasi sekarang. Karena zaman sekarang zamannya sudah maju. Itulah barangkali kehebatan orang-orang terdahulu sampai bisa merahasiakan sampai dengan saat ini. Jadi kita enggak tahu nih, pokoknya cerita orangtua kami itu bilang kesiangan, sudah begitu saja," ujarnya.

Menurut dia, anggapan Masjid Jami Al - Istiqomah berdiri sendiri karena karomah yang dimiliki Haji Djasim mungkin saja benar.

Namun karena pertimbangan menjaga agar tak disalahartikan dan kesederhanaan generasi terdahulu, sejarah pasti masjid ini dirahasiakan dan enggan diekspos.

Hal yang bisa dipastikan adalah jenazah Haji Djasim dikebumikan di belakang Masjid Jami Al-stiqomah.

"Masjid ini berdiri karena beliau, beliau memang orang yang saleh. Dekat dengan aulia, jadi bisa juga. Ada yang meriwayatkan, beliau, selain dari Depok ini ke wilayah Banten dan Demak untuk menyebarkan agama Islam. Makannya Mampang dengan Banten itu dekat sekali," lanjut Suganda.

Setelah pembangunan terhenti karena lebih cepatnya terbit fajar, Suganda menuturkan pembangunan dilanjutkan oleh warga Kelurahan Mampang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved