Mengenang 2 Tahun Wafatnya Muhammad Ali, Ini Kisah dan Alasan Ali Masuk Islam

Peran Ali sangat besar dalam meluruskan pandangan publik tentang Islam, terutama di Amerika.

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Petinju legendaris dunia, Muhammad Ali 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Erlina Fury Santika

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA -- Sudah dua tahun sejak wafatnya petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, 3 Juni 2016 lalu.

Ali mengidap parkinson selama puluhan tahun. Namun diketahui, penyebab utamanya ia meninggal bukan hanya dari parkinson yang dideritanya.

Dilansir dari Kompas.com, kesulitan pernapasan yang dialaminya itulah yang memperburuk kondisinya.

Infeksi yang kemudian dialami Ali mengganggu sirkulasi darah, oksigen, dan nutrisi dalam tubuhnya yang pada akhirnya mengganggu kerja organ penting dalam tubuhnya.

Mantan juara dunia tinju kelas berat itu menghembuskan napas terakhirnya genap di usia 74 tahun.

Selama masa hidupnya, petinju keturunan Afrika-Amerika ini menjadi sosok besar, inspirasi bagi banyak orang di dunia.

Ayah dari 9 anak ini berpengaruh besar bagi penganut agama Islam di Amerika Serikat.

Namun, banyak yang belum mengetahui mengapa Ali memilih Islam sebagai agamanya.

Dilansir dari Bolasport.com, Ali masuk Islam justru pada saat ia bersitegang dengan istrinya, Belinda.

Saat itu Ali dirundung emosi yang besar. Di waktu yang sama, Belinda meminta Ali untuk duduk sambil menulis sebuah esai.

Dalam esai tersebut Ali menuliskan masa remajanya.

Awalnya, Ali tertarik untuk masuk Islam saat melihat sebuah kartun di koran.

Kartun tersebut menggambarkan seorang pemilik budak berkulit putih memukul budak hitamnya dan meminta budak tersebut berdoa kepada Yesus.

Ali menangkap sebuah pesan dari kartun tersebut, bahwa Kristen merupakan agama yang dipaksakan oleh orang kulit putih kepada budaknya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved