Jasa Marga Prediksi Peningkatan Kendaraan di Puncak Arus Mudik Mencapai 60 Persen

pihaknya akan mengembalikan lebar jalan yang menjadi sempit lantaran adanya area pengerjaan proyek di KM 29 dan KM 21

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gerbang Tol Cikarang Utama 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - PT Jasa Marga cabang tol Jakarta Cikampek memprediksi peningkatan volume kendaraan di Puncak arus mudik mencapai 60 persen di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama.

"Puncaknya dengan penambahan hari libur itu di H-6 itu bisa 112 ribu kendaraan di Cikarang Utama, angka itu naik sekitar 60 persen dari kondisi normal yaitu 70 ribu kendaraan," kata General Manager PT Jasa Marga cabang tol Jakarta Cikampek Raddy R. Lukman di Tambun Selatan, Rabu (6/6/2018).

Angka itu bisa saja meningkat jika melihat animo masyarakat yang diperkirakan cukup tinggi lantaran mudik tahun ini, akses jalan tol sudah terkoneksi dari Jakarta hingga Surabaya.

"Kita memplot tahun ini 112 ribu di Cikarang Utama mungkin bisa saja lebih kalau memang itu menganerate keinginan masyarakat untuk menggunakan jalur tol dengan terkoneksi jalur tol dari Jakarta sampai Surabaya," ungkap Raddy

Namun pihaknya sudah memetakan masalah dengan merumuskan tiga strategi antisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2018 ini.

Baca: Penitipan Kendaraan di Kantor Kelurahan dan Kecamatan Wilayah Jakarta Utara Sepi Peminat

Pertama pihaknya akan kembali mengoptimalkan kapasitas kendaraan di dalam tol. Hal itu dilakukan dengan memberhentikan proyek di dalam tol mulai hari ini, Selasa 5 Juni 2018 sampai dengan H+10 lebaran.

Selanjutnya, pihaknya akan mengembalikan lebar jalan yang menjadi sempit lantaran adanya area pengerjaan proyek di KM 29 dan KM 21.

"Jadi mcb (pembatas jalan) di proyek itu kita geser supaya kembali normal, itu strategi untuk meningkatkan kapasitas," kata dia di Bekasi.

Kedua, pihaknya juga akan mempersiapkan pembukaan lajur baru (contraflow) di wilayah barat dan timur jalan tol Jakarta Cikampek. Contraflow tersebut akan dibuka ketika terjadi hambatan.

Lokasi contraflow, untuk wilayah barat berada di Gerbang Tol Cikarang Utama sampai KM 21 di Gerbang Tol Tambun. Sedangkan di wilayah timur dari Gerbang Tol Cikarang Utama sampai KM 65.

"Kalau dimungkinkan lajur sebelahnya kosong itu kita gunakan contraflow. Kita punya dua (jalur), barat dan timur," ungkap Raddy

Ketiga kata Raddy, strategi utama yang akan diterapkan yakni dengan rekayasa distribusi beban untuk memangkas kepadatan. Caranya dengan pembatasan kendaraaan bertonase berat.

"Kita juga terapkan sistem pemantauan cctv, kita tambah 15 unit untuk setiap gerbang tol dan beberapa titik ruas jalan," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved