Info Mudik 2018
Ramai Pemudik, Penjual Jasa Penukaran Uang Menjamur di Terminal Kalideres
Dimana setiap nominal Rp 100 ribu uang baru yang diberikannya, penukar harus membayarnya Rp 110 ribu.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Terminal Kalideres, Jakarta Barat tak hanya dipenuhi oleh para pemudik yang ingin pulang ke kampung halamannya.
Namun, para penjual jasa penukaran uang baru juga banyak berseliweran di dalam area terminal.
Mereka menawarkan tukaran uang baru kepada para pemudik yang ingin membagikan uang Lebaran kepada sanak saudara di kampung halaman.
Satu diantaranya ialah Ina (40) yang terus berkeliling di area Terminal Kalideres sambil membawa pecahan uang Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu.
Meski berkeliling membawa uang dengan jumlah besar, Ina sama sekali tidak takut menjadi korban kejahatan.
Sebab, sudah delapan tahun ini Ina menjajakan jasa penukaran uang di Terminal Kalideres setiap menjelang Lebaran.
"Aman disini sih. Kita kan memang sudah pada kenal semua sama yang ada disini," kata Ina saat ditemui TribunJakarta.com, Jumat (8/6/2018).
Ina mengatakan sistem penukaran uang yang dilakukannya yakni per Rp 100 ribu.
Dimana setiap nominal Rp 100 ribu uang baru yang diberikannya, penukar harus membayarnya Rp 110 ribu.
"Jadi kita ambil untungnya Rp 10 ribu per Rp 100 ribu," ujarnya.
Setiap harinya, Ina membawa tukaran uang baru berbagai nominal sebanyak Rp 5 juta.
Uang-uang itu bukanlah milik dia pribadi, melainkan milik bosnya.
Terkadang uang baru itu habis tertukar semua dalam satu hari, namun tak jarang hanya sebagian saja yang mampu ditukarnya.
"Ini punya bos saya. Saya dapatnya cuma Rp 4 ribu dari untungnya ini. Sisanya jatah bos. Kan ini bagi hasil," kata Ina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/jajakan-uang-baru-di-terminal_20180608_153606.jpg)