Kasus First Travel

Tutup Mata Vonis Bos First Travel, Calon Jamaah Cuma Minta Bisa Berangkat Haji

"Sebenarnya mau Andika dan Anisa di vonis berapa, jemaah sudah tutup mata. Yang terpenting adalah para jemaah bisa berangkat dulu."

Tutup Mata Vonis Bos First Travel, Calon Jamaah Cuma Minta Bisa Berangkat Haji
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Kuasa hukum korban first travel Riesqi Rahmadansyah memberikan keterangan pers ke Inspektorat Kementrian Agama. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Jemaah yang mengalami penipuan keberangkatan haji oleh perusahaan First Travel memikirkan kelanjutan nasib mereka mengenai jadwal keberangkatannya.

Riesqi Rahmadansyah kuasa hukum calon jamaah mengatakan bahwa sebenarnya para korban penipuan tersebut lebih mengutamakan keberangkatan ketimbang vonis bos First Travel.

"Sebenarnya mau Andika dan Anisa di vonis berapa, jemaah sudah tutup mata. Yang terpenting adalah para jemaah bisa berangkat dulu," ujarnya pada wartawan saat memberikan keterangan pers di Inspektorat Kementrian Agama, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/6/2018).

Namun, niat para jemaah untuk berangkat ke tanah suci kembali harus diurungkan lantaran lisensi serta aset dari perusahaan tersebut belum jelas.

Baca: Kuasa Hukum Jemaah Sebut Jumlah Korban First Travel Masih Simpang Siur

Baca: Hitung Kerugian Jamaah, Korban First Travel Sewa Badan Investigasi Keuangan Swasta

"Gimana kita mau berangkat kalau lisensi First Travel engga ada, gimana kita mau berangkat kalau lisensi sudah ada tapi asetnya tidak ada, jadi apa yang harus kita lakukan utamanya mengembalikan lisensi itu dulu," ujarnya.

Melihat kondisi seperti itu, Riesqi membutuhkan pihak yang bisa menjembatani mediasi dengan pihak yang berkepentingan.

"Kita sangat butuh pihak yang bisa memediasi antaran Kemenag, Kejaksaan, Andika dan Korban, kita sangat ingin. Kira kira siapa yang bisa menjadi jembatan buat kami. Kalau ke Istana jelas sulit karena Istana kan Presiden, kerja kerja kerja terus," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved