Ramadan 2018
Unik, Desain Masjid Al-Azhom Tangerang Mirip Benteng Perang
"Memiliki makna empat ajaran islam yaitu akidah, akhlak, syariah dan ibadah," sambung Yusuf.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Desain Masjid Al-Azhom yang megah dibuat sengaja menyerupai sebuah benteng yang menjadi ciri khas Kota Tangerang.
Petugas Bagian Administrasi dan Perijinan Masjid Raya Al-Azhom, Asrofi H Yusuf menerangkan, arsitek dari bangunan megah ini adalah Slamet Wirasonjaya, guru besar jurusan Arsitektur ITB.
Baca: Densus 88 Gerebek Rumah di Blitar: Praktik Pengobatan Bekam dan Kecurigaan Kepala Lingkungan
"Untuk menimbulkan ciri khas Kota Tangerang yang juga dikenal dengan Kota Benteng, dibuat pula kantilever di atas genteng berbentuk benteng dengan banyak lubang di tengah sebagai tempat meriam layaknya sebuah benteng perang," terang Yusuf di Masjid Al-Azhom Tangerang, Kamis (14/6/2018).
Sedikitnya, jelas Yusuf, biaya untuk membangun masjid yang menjadi landmark Tangerang tersebut sebesar Rp 28 miliar berasal dari pemkot Tangerang dan sumbangan masyarakatnya.
Baca: Viral Kisah Perjuangan Kima, Bikers Wanita yang Mudik Gunakan Vespa Tua ke Lampung
Ia menambahkan, bangunan Masjid Al-Azhom dilengkapi oleh empat buah tower setinggi 55 meter di empat sudut bangunan.
"Memiliki makna empat ajaran islam yaitu akidah, akhlak, syariah dan ibadah," sambung Yusuf.
Kemegahan dan keunikan masjid ini pun menjadi daya tarik bagi para pengunjung dari berbagai daerah bahkan sering juga menjadi tempat shooting berbagai acara religi di televisi.
"Bagi mereka kebanyakan tertarik karena keunikan kubahnya," tambah Yusuf.
Sebagai informasi, peletakan batu pertama Masjid Al-Azhom dilakukan pada tanggal 7 Juli 1997 oleh Wali Kota Tangerang, Djakaria Machmud.
Lalu diresmikan oleh Wali Kota Tangerang, Moch Thamrin pada 23 April 2003.
Kubah Masjid Al-Azhom pun diklaim sebagai kubah raksasa terbesar di dunia dengan diameter 63 meter tanpa penyangga kubah satu pun.
"Lima kubah raksasa tersebut adalah melambangkan lima rukun islam dan juga melambangkan salat lima waktu yang merupakan kewajiban dari umat Islam," jelas Yusuf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/masjid-raya-al-azhom_20180614_160959.jpg)