Imbas One Way, Dishub Akui Jalur Arteri Kota Bekasi Padat Luar Biasa
Efeknya, lanjut dia, kendaraan yang biasanya masuk tol terpaksa melintas di jalur arteri, antara lain AKAP dan truk.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengakui skema satu jalur atau one way yang diterapkan di sepanjang ruas tol terutama tol Jakarta Cikampek menyebabkan jalur arteri di Kota Bekasi mengalami kepadatan yang luar biasa.
Kepala Bidang Lalu lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi Gunawan mengatakan, skema one way yang diterapkan selama tiga hari kemari secara tidak langsung menjadi pekerjaan tambahan khusunya petugas di lapangan.
"Memang ini sedikit jadi pekerjaan tambahan, ini lebih dari arus mudik sebenarnya. Kalau arus mudik kan cuma ke arah timur, kalau One way ini berarti bolak-balik, kendaraan dari timur ke barat itu arus balik, yang dari barat ke timur itu kendaraan yang biasanya masuk ke arah Tol," kata Johan kepada TribunJakarta.com, Kamis (21/6/2018).
Baca: Prabowo Subianto: Banyak yang Membenci Saya
Efeknya, lanjut dia, kendaraan yang biasanya masuk tol terpaksa melintas di jalur arteri, antara lain AKAP dan truk.
Kapasitas ruas arteri yang terbatas ditambah pertemuan kendaraan yang biasa melalui jalur non tol otomatis meningkatkan lonjakan volume kendaraan yang signifikansi saat diberlakukan one way di ruas tol.
"Pokoknya semalem itu One Way selesai jam 4 pagi telah dibuka dari Cawang. Kapasitas ruas-ruas arteri itu sebenarnya untuk saat ini gak mencukupi ditambah lagi kita mesti inget itu ada arus roda dua yang gak bisa masuk tol, jadi ketemu nih, motor dan yang biasa tol dipindahkan, Itu yang jadi masalah," katanya.
Dishub Kota Bekasi juga sempat mengalami kerepotan saat one way diterapkan.
Skema arus balik yang seharusnya laju kendaraan dari arah timur ke barat diprioritaskan dengan penambahan waktu lampu hijau akhirnya batal dilakukan lantaran arus dari kedua arah sama-sama meningkat.
Baca: Reaksi Habiburokhman Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Soal Mudik Neraka
"Strategi kita kemarin kalau arus mudik, kita lampu hijau dari barat ke timur itu kan kita tingkatkan, tapi karena ada One way tersebut kita sebenarnya kan mau balik yang dari timur ke barat mau banyakin. Tapi karena dia ketemu, kita bingung, akhirnya kita normalin aja lah terserah. Memang jadi masalah kemacetannya luar biasa," ungkap Johan.
Kedepan, kata dia, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penanganan arus mudik dan arus balik dengan mempertimbangkan adanya kemungkinan diterapkan one way dalam skema arus mudik dan balik tahun depan.
"Kalau penerapan one way gak mungkin dilakukan lagi karena ini udah hari kerja kan, berat banget kalau hari kerja di buat one way, kalau kemarin kan memang masih libur, kita juga akan lakukan evaluasi untuk tahun depan seperti apa," imbuh Johan.