Ada Benjolan Aneh di Wajah Wanita Ini, Setelah Dioperasi Ternyata Ada Hewan Kecil Hidup

Sepuluh hari kemudian, benjolan tersebut di atas bibirnya, bahkan membuat bibir wanita tersebut membengkak

Tayang:
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari | Editor: Muhammad Zulfikar

Laporan Wartawan TribunJakarta.com/ Siti Nurjannah Wulandari

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang wanita yang berusia 32 tahun memiliki kejanggalan di beberapa bagian wajahnya.

Dilansir dari Buzz Feed, wanita yang disebut berasal dari Rusia tersebut langsung berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya kondisi benjolan di wajahnya ternyata berpindah-pindah di bagian wajahnya.

Awalnya benjolan tersebut munjul di mata kirinya.

Setelah lima hari, benjolan tersebut berpindah ke kelopak mata.

Sepuluh hari kemudian, benjolan tersebut di atas bibirnya, bahkan membuat bibir wanita tersebut membengkak.

Wanita yang tidak disebutkan namanya tersebut sempat mengabadikan beberapa benjolan aneh yang ada di wajahnya.

Benjolan
Benjolan (Istimewa)

Wanita tersebut juga menambahkan jika benjolan aneh itu menjadikan beberapa bagian wajahnya terasa gatal.

Setelah dua minggu berkonsultasi dengan tim medis, wanita itu mendapatkan hasil yang mengejutkan.

Para tim medis menyebut jika benjolan yang ada di wajah perempuan tersebut hidup.

Pasalnya menurut hasil medis, benda tersebut bergerak dan bernafas.

Sehingga tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut.

Benjolan di atas kelopak mata
Benjolan di atas kelopak mata (Istimewa)

Para tim medis pun akhirnya berhasil mengeluarkan benda yang disebut hidup tadi dari wajah wanita tersebut.

Pada laman itu menyebutkan jika dokter telah berhasil keluarkan cacing putih panjang dari wajah wanita itu.

Hasil Rontgen cacing di wajah
Hasil Rontgen cacing di wajah ()

Studi mengungkap jika cacing yang keluar itu merupakan sebuah infeksi parasit yang sering disebut Dirofilaria repens.

Beruntung tim medis berhasil keluarkan seluruh cacing dan pasien dapat dinyatakan sembuh total.

Pada laman yang sama menjelaskan jika Dirofilaria repens atau sering juga disebut cacing gelang parasit biasanya menginfeksi anjing, kucing dan karnivora lainnya.

Namun menurut sebuah lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit di AS menyebut jika larva tersebut juga dapat menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Lembaga yang sama menambahkan jika parasit itu dapat berbentuk sebuah benjolan di bawah kulit.

Lebih lanjut cacing itu disebut tidak terlalu merugikan manusia, namun hanya menyebabkan pembengkakan dan iritasi lokal saja. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved