Tanya Dokter
Penjelasan Dokter soal GTM dan Cara Tepat Menghadapinya, Cuma Adaptasi atau Harus Waspada?
Gerakan tutup mulut atau GTM jadi momen menakutkan untuk orangtua, dokter spesialis anak berikan penjelasan.
TRIBUN JAKARTA.COM - Memasuki fase MPASI sering menjadi momen penuh tantangan bagi orang tua.
Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah GTM atau gerakan tutup mulut.
GTM adalah kondisi ketika anak menolak makan dengan menutup mulut saat disuapi.
Situasi ini kerap membuat orang tua panik, terlebih ketika anak yang sebelumnya lahap makan tiba-tiba menolak makanan.
Namun menurut dokter spesialis anak Dr. Afifah, GTM sebenarnya merupakan kondisi yang cukup normal dalam proses belajar makan anak.
“GTM itu bagian dari proses adaptasi anak saat belajar makan. Jadi tidak selalu berarti anak sakit atau ada masalah serius,” jelasnya dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Tanya Dokter.
Apa Itu GTM pada Anak?
Menurut dr. Afifah, GTM sering muncul pada masa MPASI karena anak sedang beradaptasi dari makanan cair menuju makanan padat.
“Anak itu sebelumnya hanya mengenal ASI atau susu formula yang bentuknya cair. Saat mulai MPASI, dia harus belajar tekstur, rasa, dan cara makan yang baru,” ujarnya.
Karena masih dalam tahap belajar, wajar bila anak mengalami fase naik turun dalam semangat makan. Ada hari ketika anak makan lahap, namun di lain waktu justru menolak makan.
Apakah Semua Anak Pasti Mengalami GTM?
Tidak semua anak akan mengalami GTM berat. Namun dalam perjalanan belajar makan, hampir semua anak bisa mengalami fase makan yang melambat.
Misalnya:
- Porsi makan mulai berkurang
- Waktu makan menjadi lebih lama
- Anak tampak bosan dengan makanan
- Menolak disuapi
“Ini belum tentu masalah besar. Bisa jadi anak sedang ingin eksplorasi atau butuh variasi,” kata dr. Afifah.
Penyebab Anak GTM Menurut Dokter
Penyebab GTM bisa berbeda tergantung usia dan fase makan anak.
| Berapa Lama MPASI Boleh Disimpan di Kulkas? Simak Penjelasan Dokter Demi Terhindar ‘Danger Zone’ |
|
|---|
| Cegah Stunting dengan MPASI Tepat, Dokter Anak Fatima Hidayati Ungkap Pentingnya Protein Hewani |
|
|---|
| Jangan Takut Demam! Dokter Spesialis Anak Paparkan Risiko Fatal Jika Anak Tidak Imunisasi |
|
|---|
| Dear Parent Anak Terlalu Banyak Minum Susu Bisa Picu Anemia, Dokter Ingatkan Risiko ‘Milkaholic’ |
|
|---|
| Anak Suka Makan Kertas hingga Pasir? Dokter Ingatkan Bisa Jadi Tanda Anemia Defisiensi Besi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Anak-MPASI-gtm.jpg)