Tanya Dokter

Berapa Lama MPASI Boleh Disimpan di Kulkas? Simak Penjelasan Dokter Demi Terhindar ‘Danger Zone’

Metode membekukan makanan dinilai sangat membantu efisiensi waktu saat hendak memasak MPASI, simak penjelasan dokter.

Tayang:

TRIBUNJAKARTA.COM -  Tren menyiapkan bahan makanan di awal waktu atau food preparation (food prep) kini banyak diminati oleh para ibu, terutama ibu bekerja.

Metode membekukan makanan dinilai sangat membantu efisiensi waktu saat hendak memasak Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk si kecil.

Bagaimanakah keamanan metode ini bagi kesehatan bayi?

Dokter Spesialis Anak, dr. Fatimah Hidayati, menjelaskan bahwa membuat MPASI rumahan (homemade) secara segar setiap kali anak mau makan memang menjadi pilihan terbaik.

Meski begitu, metode penyimpanan makanan atau teknologi pangan untuk MPASI tetap diperbolehkan demi mengakomodasi kebutuhan para ibu yang memiliki keterbatasan waktu.

"Kalau semua ibu bisa sekali mau makan masak, itu yang terbaik. Tapi itu kan sulit ya tentunya, mungkin tidak semua ibu bisa. Karena itu ada namanya food technology untuk menyimpan makanan termasuk MPASI, dan itu memang diperbolehkan," ujar dr. Fatimah dikutip dari channel YouTube Tanya Dokter.

Waspada Sisi Danger Zone Makanan

Dalam menjaga kualitas MPASI, dr. Fatimah menekankan pentingnya faktor higienitas dan pemahaman mengenai danger zone (zona bahaya), yaitu rentang suhu di mana kuman dan bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat.

"MPASI itu kita tidak bisa, misalnya habis dimasak, didiamkan di suhu ruang lebih dari 2 jam. Itu sudah tidak aman. Karena prinsip kita bilang danger zone gitu, area-area berbahaya kuman bisa tumbuh itu kurang lebih di suhu 5 derajat sampai 60 derajat Celcius," paparnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar penyimpanan MPASI disesuaikan dengan suhunya, yakni harus berada di bawah 5 derajat Celcius atau di atas 60 derajat Celcius (seperti menggunakan wadah penghangat konstan).

Aturan Menyimpan MPASI di Kulkas dan Freezer

Bagi ibu yang ingin menyiasati waktu dengan memasak sekaligus untuk beberapa hari, dr. Fatimah membagikan panduan penyimpanan yang aman:

Porsi Sekali Makan: Bagi MPASI yang baru matang ke dalam wadah porsi kecil untuk sekali makan. Disarankan menggunakan wadah berbahan kaca karena makanan tidak mudah menempel seperti pada wadah plastik.
Penyimpanan di Kulkas Bawah (Chiller): MPASI yang diletakkan di area ini dapat bertahan selama 24 hingga 48 jam.

Penyimpanan di Freezer: Jika disimpan di dalam pembeku, makanan bisa bertahan jauh lebih lama, yakni berkisar antara 1 hingga 3 bulan.

Sebelum dimasukkan ke dalam freezer, dr. Fatimah juga menyebutkan metode pasteurisasi cepat untuk menekan jumlah kuman.

Caranya adalah dengan memasukkan wadah-wadah kecil MPASI ke dalam kukusan yang airnya baru saja mendidih (api sudah dimatikan), lalu tutup rapat selama 10 hingga 15 detik sebelum disimpan.

Cara Menghangatkan yang Benar

Ketika makanan beku akan diberikan kepada anak, proses pencairan (thawing) juga harus dilakukan secara bertahap.

Ibu dapat memindahkan MPASI dari freezer ke kulkas bawah sehari sebelumnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved