Piala Dunia 2018
Perancis Hanya Menang Sekali Hingga Antoine Griezmann yang Ternyata Setengah Uruguay
Perancis hanya menang satu kali dalam enam laga terakhir kontra Uruguay dengan rincian empat imbang dan sekali kalah.
Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM, RUSIA- Perancis hanya menang satu kali dalam enam laga terakhir kontra Uruguay dengan rincian empat imbang dan sekali kalah.
Uruguay akan menghadapi Prancis di partai delapan besar Piala Dunia 2018.
Kedua tim akan saling jegal di Stadion Nizhny Novgorod pada Jumat (6/7/2018) pukul 21.00 dini hari WIB.
Meskipun menjadi tim yang diunggulkan, Prancis sebaiknya tidak memandang sebelah mata kualitas timnas Uruguay.
Uruguay justru mempunyai catatan baik kala bersua Tim Ayam Jantan.
Dalam enam pertandingan melawan Uruguay, Prancis hanya mampu satu kali menang, itu pun terjadi sudah lama, yakni pada 1985.
Kedua tim lantas menghasilkan hasil imbang dalam empat laga selanjutnya, dimana dua di antaranya adalah laga Piala Dunia 2002 dan 2010 serta dua sisanya adalah laga persahabatan.
Menariknya, keempat laga tersebut berakhir imbang dengan skor kaca mata.
Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pasukan Prancis yang kala itu masih diperkuat Franck Ribery gagal mencetak meskipun sempat unggul jumlah pemain setelah Nicolas Lodeiro dikartu merah.
Pada pertandingan terakhir kontra La Celeste, Tim Ayam Jantan justru kalah.
Mereka harus tunduk oleh Edinson Cavani dkk dengan skor 0-1 di laga persahabatan pada Juni 2013.
Prancis yang bertumpu kepada Kylian Mbappe di lini depan, akan berusaha menang atas pasukan Oscar Tabarez untuk melaju ke babak semifinal.
Jika terjadi demikian, maka Prancis akan menghadapi Brasil atau Belgia di babak semifinal pada Selasa (10/7/2018).
Modal Perancis
Selain memiliki materi pemain yang di atas kertas lebih baik dari Uruguay, Les Bleus memiliki modal lain untuk melangkah ke semifinal Piala Dunia 2018.
Timnas Prancis bakal menghadapi Uruguay di Stadion Nizhny Novgorod pada Jumat (6/7/2018).
Jika melihat performa kedua tim di sepanjang Piala DUnia 2018, Uruguay pantas diunggulkan dengan berhasil mencetak 7 gol dan hanya sekali kebobolan.
Sementara timnas Prancis juga berhasil mencetak 7 gol, tetapi telah kebobolan 4 kali yang 3 di antaranya terjadi pada laga terakhir kontra Argentina.
Meski demikian, timnas Prancis memiliki kualitas para pemain lebih baik dari Uruguay.
Hal ini terlihat jelas jika melihat nilai jual para pemain yang ada di dalam skuat kedua tim.
Berdasarkan situs Transfermarkt, timnas Prancis memiliki skuat termahal dengan nilai jual 1,08 miliar euro (sekitar Rp 18,2 triliun).
Nilai tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan skuat timnas Uruguay yang ditaksir bernilai 373 juta euro (sekitar Rp 6,3 triliun).
Selain kualitas pemain, timnas Prancis juga memiliki modal rekor apik setiap kali menghadapi wakil-wakil Amerika Selatan di pentas Piala Dunia.
Dalam 9 pertemuan terakhir menghadapi wakil Amerika Selatan di Piala Dunia, timnas Prancis tidak pernah kalah dengan rekor 6 kemenangan dan 3 kali imbang.
Hebatnya lagi, 7 dari 9 pertandingan tersebut berhasil dilalui timnas Prancis tanpa kebobolan dari lawan-lawannya.
Berikut rekor pertemuan timnas Prancis dengan wakil-wakil Amerika Selatan di Piala Dunia:
Vs Brasil 1-1 (menang adu penalti 4-3, tahun 1986)
Vs Paraguay 1-0 (1998)
Vs Brasil 3-0 (1998)
Vs Uruguay 0-0 (2002)
Vs Brasil 1-0 (2006)
Vs Uruguay 0-0 (2010)
Vs Ekuador 0-0 (2014)
Vs Peru 1-0 (2018)
Vs Argentina 4-3 (2018)

Antoine Griezmann Setengah Uruguay
Jelang laga perempat final Piala Dunia Uruguay melawan Prancis, Antoine Griezmann memiliki cinta dengan negara yang akan menjadi lawannya itu.
Cinta Antoine Griezmann untuk Uruguay bermula pada 2009 di Real Sociedad.
Saat itu manajer Real Sociedad adalah warga Uruguay dan memberinya debut dan menjadi figur ayah untuk Antoine Griezmann yang saat itu berusia 18 tahun.
"Lalu, Carlos Bueno (pemain depan Uruguay), yang berada di Real Sociedad bersama saya, mengajari saya cara membuat dan minum maté [minuman kaya kafein tradisional Amerika Selatan yang terbuat dari daun yerba mate yang hampir seperti teh pahit]," ujar Antoine Griezmann dikutip BolaSport.com dari ESPN FC.
"Setiap musim, saya punya satu atau dua rekan tim Uruguay dengan saya. Secara emosional, ini akan menjadi momen yang sangat kuat bagi saya," kata striker Atletico Madrid itu pada konferensi pers Piala Dunia, Minggu (1/7/2018).
Yang paling disukai Griezmann dari Uruguai selain mate ialah garra charrua atau mentalitas bertempur dan semangat yang dimiliki orang Uruguay.
"Mereka semua bermain bersama, untuk satu sama lain. Ini indah karena saya mengalaminya setiap hari di Atletico. Saya menyukainya. Ini adalah gaya [Edinson] Cavani yang berjuang dan menyerang," ujarnya.
"Apa yang membuat saya cinta Uruguay adalah bahwa saya memiliki gaya Diego [Godin] dan Cavani, yang memberikan segalanya, tidak pernah menyerah dan berjuang untuk rekan tim mereka," kata Griezmann.
Selain itu, Griezmann dan Godin memang memiliki hubungan khusus. Godin merupakan ayah baptis putri Griezmann, Mia, yang kini berusia dua setangah tahun.
Pemain timnas Uruguay Nahitan Nandez pun menyebut Griezmann 'setengah Uruguay' karena hal itu.
"Griezmann sangat Uruguay. Baginya, laga itu akan menjadi pertandingan yang sangat spesial, seperti bagi kami. Yang bisa saya katakan adalah kami berharap dia berperilaku baik di lapangan dan mengingat dia setengah Uruguay," katanya. (Bolasport)