Piala Dunia 2018

Antoine Griezmann Menangis Bangga akan Keberagaman Timnas Perancis

"Kami bermain untuk seragam yang sama. Untuk negara kami. Begitu mengenakan seragam biru ini, kami melakukan segalanya untuk bersama," ujar Griezmann.

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Y Gustaman
Kolase TribunJakarta.com
Selebrasi Antoine Griezmann (kiri), Griezmann, Pogba, Mbappe (kanan) 

TRIBUNJAKARTA.COM, PERANCIS - Ayah Antoine Griezmann adalah imigran asal Jerman, dan ibunya keturunan Portugal.

Orangtua Paul Pogba berasal dari Guinea.

Ayah Kylian Mbappe dari Kamerun, dan ibunya dari Alzajair.

Imigran, anak imigran, dan cucu imigran tumbuh, serta terikat bersama selama beberapa generasi.

Dan mereka jadi tulang-punggung untuk membawa Prancis juara Piala Dunia kedua kalinya.

equipedefrance
instagram.com/equipedefrance

Hampir dua pertiga pemain dari skuat Les Bleus saat ini berlatar-belakang imigran.

NGolo Kante, Juara yang Terlalu Pemalu Berpose dengan Trofi

Jumlah para pemain peranakan Prancis ini jauh lebih banyak dibanding ketika Zinedine Zidane dkk membawa Les Bleus meraih Piala Dunia pertama 1998 lalu.

"Inilah Prancis yang kami cintai. Sangat indah melihat keberagaman di tim kami," ujar Griezmann yang tak kuat menahan haru, dan menangis usai Prancis mengalahkan Kroasia 4-2 dalam final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Senin (15/7) dini hari kemarin.

Tendangan bebas Griezmann yang tersundul oleh Mario Mandzukic melahirkan gol bunuh diri Kroasia di menit ke-18.

Griezman kemudian sukses mengeksekusi penalti di menit ke-38 untuk membawa kemenangan 2-1.

Menit ke-59 giliran, Pogba yang beraksi.

Setelah bola tendangan kaki kanannya tertahan para bek lawan, ia ganti menendang bola pantulan itu dengan kaki kiri yang tak bisa dijangkau kiper Danijel Subasic.

Dan Mbappe menyempurnakan pesta kemenangan Prancis di menit ke -59.

4 Fakta Unik Kylian Mbappe, Pemain Termuda Timnas Perancis: Tidak Terima Gaji

Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan yang membobol gawang Kroasia di menit ke-65.

Mbappe didapuk sebagai pencetak gol termuda kedua di final Piala Dunia, dalam usia 19 tahun, di belakang Pele 17 tahun pada tahun 1958.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved