Ratusan Wali Murid Mengadu Hasil PPDB, Kadisdik Tangsel Jelaskan Penyebabnya
Menurutnya banyak warga yang mengadu karena anak dari wali murid yang mengadu tak diterima atau tak lolos seleksi.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerima ratusan pengaduan dari wali murid yang merasa ada permasalahan terkait hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP se-Tangerang Selatan.
Pengaduan itu disampaikan para wali murid di posko PPDB di SMP 11 Serpong, Jumat (13/7/2018).
"Ada seratus (pengaduan)," ujar Kadisdikbud Tangsel, Taryono, sambil menunjuk map berisi kertas pendaftaran di meja pengaduannya.
Menurutnya banyak warga yang mengadu karena anak dari wali murid yang mengadu tak diterima atau tak lolos seleksi.
"Kebanyakan dari mereka memang karena anaknya tidak keterima ya tentu saja. Tidak diterima dengan berbagai persoalan, zonasi dan yang lain-lain," ujarnya.
Taryono melayani langsung para wali murid bersama sejumlah jajaran dari Disdikbud.
Namun ia tidak mengetahui penyebab permasalahan seleksi PPDB yang menggunakan sistem online itu.
"Kami enggak tahu, enggak tahu, tentu saja kami enggak tahu mengapa, apakah ter-reset sendiri. Saya khawatir takutnya mereka salah me-reset sendiri. Tapi kita tidak tahu apa sesungguhnya yang terjadi," katanya.
Permasalahan yang dikompulir itu akan dirapatkan dan dibahas satu persatu untuk mengetahui penyebabnya dan akan menghasilkan solusi.
"Kami tentu tidak bisa menjawab saat ini, karena harus dibedah, dipelajari, apa sih permasalahannya masing-masing," katanya.
Namun saat ditanya kapan solusi itu akan disampaikan kepada wali murid, Taryono belum menyampaikan waktu yang jelas.
"Secepatnya, mereka kan menuliskan nomor teleponnya, akan kami jawab secepatnya. Mudah-mudahan (sebelum 16 Juli)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/posko-pengaduan-ppdb_20180713_211845.jpg)