Anti Politik Uang, PSI Siap Bertarung di Pileg Tangsel
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusung jargon anti politik uang untuk bertarung di pemilihan legislatif (pileg).
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusung jargon anti politik uang untuk bertarung di pemilihan legislatif (pileg) Tangerang Selatan (Tangsel) 2019 nanti.
Selain itu, partai debutan pemilu itu juga memasang moto anti korupsi dan anti intoleransi.
Hal itu diungkapkan Ferdiansyah, sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Tangsel, saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (19/7 /2018).
"Kami partai yang konsen dengan masalah anti korupsi dan anti intoleransi. Menjadikan politik bersih tidak melakukan politik uang," ujarnya.
• Iis Dahlia Pamer Foto Bareng Kedua Anaknya, Uut Permatasari: Kagak Tahan Aku Mbak!
PSI menjadi partai pertama yang mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg)-nya ke kantor KPU Tangsel, pada Minggu (15/7/2018).
Ferdiansyah mengatakan PSI mendaftarkan 37 Bacaleg yang terdiri dari berbagai usia dan latar belakang.
"Caleg kami bervariasi dari yang muda, masih kuliah, sampai ada yang pensiunan BUMN," ujarnya.
• Tak Bisa Temani Sang Istri Saat Kemoterapi, Indro Warkop: Sayangku Maaf
Dengan squad yang ada dan jargon anti politik uang, PSI Tangsel yakin meraih hasil maksimal dengan mendapatkan satu kursi dari setiap daerah pemilihan (dapil) yang ada di Tangsel.
Diketahui Tangsel memiliki enam dqpil, yakni: Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, Serpong Utara, Serpong Setu dan Pondok Aren.
"Kami ingin hasil yang maksimal. Tapi jika ditanya minimal, kami menargetkan minimal ada perwakilan, mendapatkan kursi, di masing-masing dapil," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/psi_20180719_205706.jpg)