Kapitra Ajukan 3 Syarat Buat PDIP, Habib Rizieq Shihab Belum Beri Respon
Kapitra Ampera, mengaku dilobi untuk jadi calon legislatif PDI Perjuangan sejak Mei 2018.
TRIBUNJAKARTA.COM - Misteri pengajuan calon legislatif Kapitra Ampera, penasihat hukum Habib Rizieq Shihab, oleh DPP PDI Perjuangan, mulai terkuak.
Kapitra Ampera, mengaku dilobi untuk jadi calon legislatif PDI Perjuangan sejak Mei 2018.
Namun Kapitra mengaku tak mendapat kabar lanjutan mengenai pengajuan dirinya sebagai calon anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat.
Belakangan Kapitra baru tahu dirinya diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari pemberitaan media massa.
Kapitra juga mengaku tidak pernah melakukan proses administrasi terkait pendaftaran calon anggota legislatif (caleg).
Termasuk menyerahkan berkas dan mendatangani dokumen sebagai surat untuk mendaftar sebagai caleg.
"Terus terang saya belum pernah bertemu dengan satu orang pun dari PDIP. Saya juga belum pernah bertatap muka, bertemu, ataupun bicara dengan Sekretaris Jenderal PDIP (Hasto Kristianto)," kata Kapitra di kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (18/7).
Kapitra berencana bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk meminta konfirmasi dan pertimbangan terkait pencalonan dirinya.
Namun, Kapitra mengaku pernah diminta untuk bergabung dengan PDIP pada Mei lalu.
"Saya diminta dan direkomendasikan masuk ke PDIP untuk memberikan warna lain," kata Kapitra.
Kapitra Ampera yang aktif di gerakan 212 (gerakan yang mendesak proses hukum terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama) meminta tiga syarat kepada PDI Perjuangan, jika benar-benar ingin mencalonkan dirinya sebagai caleg.
Syarat yang pertama, ia ingin tetap mewakili umat Islam di dalam partai.
Kedua, umat Islam adalah mayoritas di Indonesia.
"Aspirasi umat Islam harus didengar. Lalu saya harus menjadi jembatan kebaikan orang di dalam dan di luar," ujar Kapitra.
Syarat ketiga, PDI Perjuangan harus menindaklanjuti aspirasi aspirasi yang diserap dari permintaan umat.
"Kalau tiga hal itu dipenuhi, saya ikut (gabung PDI Perjuangan)," ujarnya.
Sehari sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pencalonan Kapitra oleh partainya karena adanya permintaan dari masyarakat Sumatera Barat, "Yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP untuk dapil Sumatera Barat," ujar Hasto ketika ditemui di kantor KPU, Jakarta, Selasa.
Kapitra mengakui ada sosok yang merekomendasikan dirinya menjadi caleg dari PDI Perjuangan.
"Ada yang merekomendasi dan meminta. Saya sangat amat mempertimbangkan itu, tetapi harus ada komunikasi politik," ujar Kapitra.
Mengenai pinangan itu Kapitra mengaku telah berkonsultasi dengan ulama ulama termasuk Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang sekarang bermukim di Arab Saudi.
"Kalau perjuangan menjadi caleg ini hanya untuk kekuasaan, saya tidak mau jadi caleg," tuturnya.
Jadi jembatan
Menurutnya dalam beberapa tahun belakangan ini ada kecendrungan umat Islam begitu bangga dengan keislamannya, sehingga harus menjadi perhatian pemegang kekuasaan juga.
"Selama ini mayoritas umat Islam di indonesia punya keinginan yang tersumbat, sehingga terjadi benturan. Saya pertimbangkan, bisa membela agama saya di dalam," katanya.
Ia berkeinginan bisa ikut membuat Indonesia menjadi damai dan dapat menampung aspirasi.
"Banyak orang berpikir kekuasaan sekarang ini tidak promasyarakat dan sebagainya. Apakah pemerintah mendengar? Nah ini tidak ada jembatannya. Jembatan kebenaran, jelas harus dibangun, nah ini saya mencoba menangkap ke sana," tambahnya.
• Sempat Sedih Buah Hatinya Lebih Dekat dengan Pengasuh, Tantri Namirah Bongkar Trik Hadapinya
Jadi bersedia jadi caleg PDI Perjuangan?
"Kalau saya bisa bermanfaat untuk umat dan menjembatani kebaikan, saya mau berkorban. Tapi kalau hanya sekadar menaruh nama saya dan tidak bernilai apa-apa, serta memberi warna, untuk apa," katanya.
Apakah PDI Perjuangan mencatut nama Kapitra?
"Oh tidak begitu, saya kan katakan tadi ada yang merekomendasikan dan meminta," jawabnya.
Siapa sebenarnya yang merekomendasi?
"Tidak etis saya sebutkan, intinya mereka teman, sahabat, abang, wallahualam dari PDIP apa bukan ya. Intinya saya tidak pernah berkomunikasi dengan PDIP secara langsung," kata Kapitra.
Kalau jadi caleg kan harus menyerahkan berkas. Apa itu belum dilakukan?
"Nah itu, makanya saya mau konfirmasi kepada orang yang mencalonkan saya. Saya sedang mencoba untuk bertemu agar bisa bicara langsung," tambahnya.
• Serahkan Berkas Caleg PAN ke KPU DKI Pukul 12 Malam, Begini Alasan Eko Patrio
Jadi nggak pernah mendaftar (jadi caleg)?
"Saya bertabayyun (konfirmasi) dulu kepada orang yang komunikasi dulu. Apa bener nih Anda calonkan saya di dapil Sumbar," katanya.
Habib Rizieq sudah mendengar kabar ini?
"Saya pikir sudah, tapi saya menunggu respon beliau. Saya berkomunikasi dengan banyak ulama. Saya juga menghubungi Habib Rizieq tapi belum ada respon," katanya. (tribunnetwork/nis)