Polisi Periksa Empat Orang Saksi Peristiwa Pelemparan Bom Molotov
Sejauh ini, kata Indarto, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi, tiga orang dari pihak kelaurga, satu orang dari pihak sekuriti.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ilusi Insiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota sejauh ini telah memeriksa empat orang saksi peristiwa pelemparan bom molotov di kediaman ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Jalan KH Madani, RT01/RW09, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai laporan dugaan pelemparan bom molotov diterima Polsek Pondok Gede, Kamis (19/7/2018) sekitar pukul 08.00 pagi.
"Sekitar jam 8 pagi Polsek ada telpon dari keluarga yang menyampaikan ada dugaan pelemparan bom botol, atau bom molotov lah ya. Lalu Polsek udah ke sana (TKP), saya juga ke sana olah TKP," kata Indarto kepada TribunJakarta.com, di Polres Metro Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan.
• 6 Kios di Loksem Kelapa Gading Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Sejauh ini, kata Indarto, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi, tiga orang dari pihak kelaurga, satu orang dari pihak sekuriti.
"Sekarang masih dilakukan olah TKP, Saksi sudah diperiksa empat orang, dan kita masih lakukan lidik," jelas Indarto.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa serpihan kaca botol diduga bom molotov serta satu botol dengan sumbu berisi bensin diduga bom molotov yang belum sempat dilempar pelaku.
"Barang bukti sementara ini pecahan kaca yang diduga bom molotov, satu botol utuh yang diduga bom molotov, yang ditemukan di TKP di semak-semak lokasi pelemparan," kata Indarto.
Pada saat kejadian, korban pemilik rumah Mardani Ali Sera diketahui sedang tidak ada di lokasi, namun saat kejadian yang terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari, sebanyak empat orang anggota keluarga tengah berada di rumah tersebut.
• Pemilik Zodiak Ini Tak Mau Berteman dengan Para Mantan, Leo Paling Gengsi
"Empat orang kalo enggak salah, satu orang adik, satu anak paling akhir, lalu ada cucu, satu lagi ada siapa, ada empat orang intinya," jelas dia.
Kasus dugaan pelemparan bom molotov di kediaman ketua DPP PKS saat ini masih dalam penanganan Polres Metro Bekasi Kota dibantu Polda Metro Jaya.
"Tadi baru saya dilapori tim polda dari Jatanras (kejahatan dan kekerasan) bergabung dengan tim kami untuk melakukan penyelidikan," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kombes-pol-indarto_20180719_145802.jpg)