Polisi Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Kekerasan Seksual di Depok

Hingga kini jajarannya masih berupaya mendalami semua informasi yang sudah diperoleh guna mencokok pelaku

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto saat ditemui wartawan di Cilodong, Depok, Rabu (18/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Empat orang menjadi saksi dalam kasus kekerasan seksual disertai ancaman pembunuhan yang menimpa SN (21).

Hal ini dikatakan Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto saat dikonfirmasi wartawan perihal kasus yang menimpa SN pada Minggu (15/7/2018) sekira pukul 06.30 WIB.

"Sudah ada empat saksi yang kita mintai keterangan pasca kita mengetahui peristiwa tersebut. Saat ini tim terus bekerja, kita berupaya maksimal untuk secepatnya mengungkap ini," kata Didik di Cilodong, Depok, Rabu (18/7/2018).

Ia menyebut penyidik Polresta Depok telah pro aktif menemui korban dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (17/7/2018) dan meminta korban untuk membuat laporan.

Hingga kini jajarannya masih berupaya mendalami semua informasi yang sudah diperoleh guna mencokok pelaku.

Disnaker Tangsel Selenggarakan Job Fair, 10 Ribu Lowongan Disediakan

"Tim bekerja di lapangan dan terus mendalami semua informasi yang sudah kita peroleh. Yang jelas kita akan tangani sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Tim bekerja dengan profesional, doakan mudah-mudahan dapat terungkap," lanjutnya.

Sebelumnya, mahasiswi satu perguruan tinggi di Depok ini menuturkan ada seorang warga yang melihat dan tiga orang warga yang mendengar teriakan SN saat kejadian.

Enci (49) selaku warga RT 02/RW 05 Kelurahan Tugu merupakan warga yang melihat jelas wajah pelaku karena sempat bertemu pandang.

Ia melihat pelaku saat korban berteriak meminta pertolongan setelah pria tidak dikenal yang menjadi pelaku memukul kepala dan mengancam akan membunuh SN.

Posisi rumah Enci yang lebih tinggi dari permukaan jalan membuatnya dapat dengan jelas melihat pelaku yang sudah mengeluarkan alat vitalnya.

Kaget dipergoki, pelaku dengan tinggi sekira 170 sentimeter, badan sedikit gemuk, mengenakan jaket dan celana panjang hitam itu tancap gas menggunakan sepeda motor matic berwarna hitam ke arah jalan Taman Indah 1.

Beberapa detik setelahnya, tiga orang pria yang mendengar teriakan SN bergegas keluar dari kontrakannya dan berusaha mengejar pelaku.

BPTJ Tutup Sejumlah Tol di Jakarta Saat Asian Games, Ini Jadwalnya

Namun karena situasi jalan yang sepi membuat pelaku yang tidak mengenakan helm itu berhasil melarikan diri.

"Tiga orang itu bilang sempat dengar pas saya marahin pelaku. Mereka sudah mau keluar dari kontrakannya, tapi karena pintu kontrakannya susah dibuka jadi mereka terlambat keluar buat ngejar pelaku," ujar SN di Cimanggis, Depok, Senin (16/7/2018).

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved