Penjual Es Goyang Mampu Maraup Rp 200 hingga 300 Ribu Perhari
Fauzan mengaku suka bereksperimen di rumah untuk menambah varian rasa baru pada es goyangnya agar pelanggannya tidak bosan.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana
TRIBUNJAKARTA.COM, Sawah Besar - Es Goyang atau es lilin merupakan jajanan tempo dulu yang nampaknya mulai jarang atau susah di temukan.
Jajanan berbahan dasar santan berbentuk es padat, dimana ketika ada yang membeli es tersebut penjual tak lupa menggoyang-goyangkan gerobaknya terlebih dahulu, hal tersebut yang membuat nama es tersebut 'es goyang'
Seorang penjual es goyang, Fauzan mengatakan jika jualannya ini masih bertahan karena sudah dikenal lama dan juga menjadi jajanan khas dari betawi.
Ia mengaku dapat mengantongi uang sejumlah 200-300 ribu perhari jika ramai.
• Lima Orang Tewas Dalam Kecelakaan 3 Kendaraan di Tol Cipali
Fauzan menceritakan kalau usaha es goyang ini adalah usaha turun temurun dari keluarganya.
"Awal dari Bapak, terus Kakak yang jalanin, setelah itu baru saya," kata pria yang biasa berjualan di depan Mesjid Istiqlal ini.
Ia menceritakan jika dahulunya ia bekerja sebagai cleaning service di suatu perusahaan.
"Dulu sempat jadi CS, terus keluar ngeliat kakak jualan jadi tertarik pengen coba," ujarnya.
Fauzan mengaku suka bereksperimen di rumah untuk menambah varian rasa baru pada es goyangnya agar pelanggannya tidak bosan.
"Untuk sekarang baru tujuh varian rasa, ada cokelat, stroberi, kacang hijau, kelapa muda, kacang hitam dan nangka," imbuhnya.
• Kata Syantik Jadi Perdebatan, Anji Manji: Seharusnya Syahrini Tidak Begitu, Kurang Cocok Aja
Ia menjual es goyangnya seharga Rp 3000 per tangkainya.
Pembeli dapat memilih untuk ditambahkan topping seperti tambahan lumeran susu cokelat dan kacang tanah.
"Boleh terserah pembeli, harga tetap sama Rp 3000," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/fauzan_20180721_152236.jpg)