Asian Games 2018

Papan Proyek Dibuka, Ini Penampakan Pintu Masuk Stasiun MRT Jakarta

Ia mengatakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan batu itu cukup mahal.

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Penampakan Stasiun MRT Istora Senayan setelah papan proyek dilepas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Sehubungan penataan trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin menjelang Asian Games 2018, progres proyek PT Mass Rapid Transit (MRT) semakin terlihat.

Pasalnya papan yang dahulu menutupi proyek pembangunan beberapa Stasiun MRT di sepanjang koridor tersebut sudah mulai dibuka.

Karena letak stasiun berada di bawah tanah, maka yang terlihat adalah akses untuk masuk dan keluar tepat diatas trotoar.

Citra Scholastika Ungkap Alasan Masih Menjomblo

Dari pantauan TribunJakarta.com, akses masuk berbentuk seperti kanopi yang didesain dengan konsep garis lurus dan tegas seperti bangunan disekitarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan bagian luar akses masuk tersebut akan dilapisi dengan batu alam yang di impor dari luar negeri.

"Ini akan menggunakan batu alam, batu andesit, yang kualitasnya sangat bagus diimpor dari China," ujar William.

Jika Jadi Pimpinan KPK, Fahri Hamzah: Saya Berencana Akan Bubarkan KPK

William pun meminta masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat agar tidak ada lagi aksi vandalisme yang dilakukan dengan mencorat-coret batuan tersebut atau di tempat lain.

Ia mengatakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan batu itu cukup mahal.

"Kalau batu alam ini nanti dicoret, the cost is very expensive. Karena dia tidak bisa dihapus, dia harus dibuka dan diganti dengan yang lain. Ini yang harus dijaga bersama," tutup William.

Menjelang Asian Games PT MRT Jakarta juga ini bertanggung jawab melakukan pekerjaan perapian trotoar di sepanjang koridor jalan tersebut.

Namun tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT MRT Jakarta, hanya koridor di lima stasiun utama yang menjadi tanggung jawab mereka.

Kelima stasiun tersebut yakni Stasiun Senayan (200 meter), Stasiun Istora (200 meter), Stasiun Bendungan Hilir (200 meter) Stasiun Setiabudi (200 meter) dan Stasiun Dukuh Atas (200 meter).

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved