Telur Retak Masih Banyak Dicari Warga
Iwan menjual telur retak sebutirnya seharga Rp 1.000, lebih murah Rp 500 dibanding telur yang tanpa cacat
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Beberapa pedagang telur di Pasar Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara mengatakan telur retak masih diminati pembeli.
Iwan (28), seorang pedagang telur menyebut, telur retak masih banyak diminati pembeli. Menurutnya, setiap hari ada saja pembeli yang sengaja mencari telur retak.
Alasannya, jelas Iwan, sudah jelas. Telur retak harganya lebih murah dibanding telur yang masih bagus.
"Kalau tiap hari lebih laku telur retak malah, ya karena murah," kata Iwan saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (23/7/2018).
• Pengelola Taman Kalijodo Sempat Minta Tong Sampah Namun Belum Direalisasikan Pemerintah
Iwan menjual telur retak sebutirnya seharga Rp 1.000, lebih murah Rp 500 dibanding telur yang tanpa cacat.
Namun, harga telur retak sempat mengalami kenaikan saat beberapa waktu lalu harga telur tembus Rp 30 ribu per kilonya.
"Kalau telor retak itu satunya seribu, kalo pas kemaren telor harganya lagi 30 ribu per kilo, satunya seribu lima ratus, jadi selisihnya 500," kata Iwan.
Iwan menambahkan, yang membeli satuan biasanya adalah ibu rumah tangga.
"Kalau mintanya banyak, misalnya tiga puluh, itu biasanya rumah makan," kata Iwan.
Pedagang lainnya, Edi (36) mengatakan, pembeli telur retak langganannya kebanyakan adalah pedagang kue.
Mereka rutin mengunjungi kios Edi untuk mencari sisaan telur retak dari lapaknya, sehingga biaya membuat adonan kue lebih murah.
"Ya sebenarnya dari dulu sudah banyak sih, apalagi tukang kue-kue itu, pada nyarinya kan telor pecahan soalnya kan harganya murah karena dia beli borongan," kata pria yang telah berdagang telur selama 15 tahun itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-telur-ayam_20180718_194422.jpg)