Terbakar Api Cemburu, Bima Tikam Pria yang Pacari Mantannya Hingga Tewas
Bima yang berprofesi sebagai penjual kue kamir itu dikenal sebagai pribadi yang biasa-biasa saja. Ia cemburu melihat mantan pacarnya sudah punya pria.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Pembunuhan di Jalan Cemerlang, RT06/02, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (27/7/2018) dini hari diduga terkait urusan asmara.
Pelaku bernama Bima, merupakan mantan kekasih Putri alias Puput. Keduanya sempat menjalin asmara selama kurang lebih tiga tahun.
Cinta keduanya putus sejak sebulan lalu.
Setelah putus dari Bima, Puput menjalin hubungan dengan pria bernama Harwalis.
Belakangan Bima cemburu dan menikam Harwalis hingga tewas menggunkan pisau pukul 03.00 WIB.
Warga Ashari (33) mengatakan Puput merupakan pendatang yang sudah tiga tahun mengontrak di Jalan Cemerlang, RT06/02, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.
Sedangkan Bima mengontrak di daerah yang sama.
"Perempuannya memang sudah lama tinggal di sini. Bima juga lumayan lama tinggal di sini, warga juga tahu mereka dulu pacaran lama, sudah lengket banget, cuma baru-baru ini kabaranya mereka putus," kata Ashari.
Bima yang berprofesi sebagai penjual kue kamir itu dikenal sebagai pribadi yang biasa-biasa saja.
Sebagai warga pendatang ia kerap membaur dengan warga sekitar lantaran sudah cukup lama tinggal di Bekasi.
Sebelum pembunuhan, di akun Facebooknya Bima sempat menulis status, "Maaf saya harus melakukannya."
Setelah membunuh Herwalis, Bima kembali menulis status di Facebooknya berbunyi, "Ya Allah semoga enggak mati gua. Hanya ingin buat dia cacat. Sakit hati gue diledekin. Itu hukuman yang pantes buat lo."
Ashari menduga unggahan Bima sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Puput setelah diputus cintanya.
"Kayaknya memang pelaku cemburu. Mungkin karena masih ada rasa sayang kali, ngeliat mantannya punya pacar lagi. Mungkin dia kesal atau apalah terjadilah peritiwa penusukan," kata Ashari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pembunuhan-bekasi_20180727_112423.jpg)