Ternyata Tidur Menggunakan Kipas Angin Tidak Baik Guys, Simak Dampaknya
Saat cuaca sedang panas-panasnya, seseorang akan mengarahkan kipas angin langsung ke tubuhnya. Padahal tidur dengan kipas angin menyimpan ragam bahaya
Penulis: Ananda Bayu Sidarta | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam kondisi cuaca panas, kipas angin jadi salah satu andalan untuk membuat udara di sekitar menjadi lebih adem.
Terutama bagi mereka yang tidak menggunakan pendingin ruangan alias air conditioner (AC), kipas angin adalah penyelamat tersendiri.
Harganya lebih terjangkau, dan lebih hemat daya listrik dibandingkan dengan AC.
Maka dari itu, kipas angin menjadi salah satu barang yang biasanya selalu ada di kamar kost, baik itu mahasiswa maupun pekerja.
Tak jarang, saat cuaca sedang panas-panasnya, seseorang akan mengarahkan kipas angin langsung ke tubuhnya.
Hal ini juga kerap dilakukan saat tidur di malam hari.
Padahal tidur dengan kipas angin menyimpan beragam bahaya, termasuk 3 hal ini.
1. Kulit kering
Mengutip dari artikel terbitan Daily Express, kulit yang terpapar angin dari kipas angin akan cenderung cepat terdehidrasi.
Kulit akan menjadi kering dikarenakan terpaan angin yang terus-menerus.
Dampaknya, kulit akan jadi mudah terluka, rentan mengalami gatal-gatal, dan yang jelas akan tampak kusam.
2. Memperparah alergi
KIta tahu bahwa angin yang dibawa oleh kipas angin juga banyak mengandung debu.
Debu ini bisa memperparah alergi, bahkan menyebabkan penyakit asma.
Selain itu, debu yang kita hirup juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tidur_20180727_180057.jpg)