Pompa Hydraflow Dinilai Lebih Efektif untuk Memompa Air dari Kali Item ke Kali Sunter, Ini Alasannya

Dengan menggunakan 300 liter oli sebagai bahan bakarnya, kapasitas penyedotan pompa hydraflow bisa mencapai 1.200 liter per detik.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Power unit pompa hydraflow yang dipasang di pinggir Pintu Air Honda 1 yang membatasi Jalan Sunter Kemayoran Jakarta Utara dan Jalan Cempaka Utara Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Tiga unit pompa hydraflow dipasang di Pintu Air Honda 1 yang membatasi Jalan Sunter Kemayoran Jakarta Utara dan Jalan Cempaka Mas Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2018) sore.

Ini adalah upaya Pemprov DKI Jakarta kesekian kalinya untuk mengurangi bau tidak sedap di Kali Item dekat Wisma Atlet Kemayoran.

Dipasangnya pompa hydraflow diharapkan berguna untuk menambahkan efektifitas pemompaan air dari Kali Item ke Kali Sunter setelah sebelumnya 11 dari 28 pompa mobil yang direncanakan untuk dipasang, sudah dijalankan.

Selain kapasitas pemompaan yang hanya 280 liter per detik, pompa mobil yang dioperasikan sejak Kamis (26/7/2018) lalu terbilang bisa mengganggu arus lalu lintas.

Karenanya, tiga unit pompa hydraflow milik PT Bumisakti Unitama dioptimalkan di sana, dengan harapan air terkandung limbah yang terbuang ke Kali Sunter bisa lebih banyak dan lebih cepat terbuangnya. Maka, bau di Kali Item bisa berkurang dengan cepat pula.

Pompa Mobil Kurang Efektif, Pemprov DKI Pasang Pompa Hydraflow untuk Sedot Air dari Kali Item

Dengan menggunakan 300 liter oli sebagai bahan bakarnya, kapasitas penyedotan pompa hydraflow bisa mencapai 1.200 liter per detik.

Teguh, teknisi PT Bimasakti Utama menjelaskan, pompa hydraflow dioperasikan dengan menggunakan power unit bermesin diesel.

Pompa hydraflow akan beroperasi menyedot air saat oli teralirkan ke motor hidrolik sehingga motor pompanya dapat berjalan.

"Jadi mesin diesel di sini menggerakan pompa hidrolik itu, nanti akan mendorong motor hidrolik di pompanya. Jadi nanti impaler di pompa yang di bawah itu kan bergerak sesuai dengan putaran dari engine dieselnya. Nanti kita ngatur debit airnya itu dari daya tekan pressure olinya. Itu dorongan olinya itu kita mau berapa bar atau berapa PSI untuk mutar baling-balingnya," jelas Teguh.

Pantauan di lokasi, arus lalu lintas sepertinya memang tidak begitu terganggu saat pompa hydraflow dipasang. Pasalnya, hanya terlihat satu truk yang membawa pompa hydraflow ini.

Teguh menambahkan, pompa yang sudah pernah dioperasikan di kali di kawasan Rawa Buaya Jakarta Barat ini juga terbilang cukup mobile.

Sebab, bilamana akan dipindahkan, petugas tinggal membongkar power unitnya dan membawanya ke tempat lain, tidak perlua ikut mencopot pompanya.

"Misalnya ada satu pompa di sini dan ada satu pompa di lokasi lain, nah kalo mau pindah tinggal selangnya dicopot dari power unit terus dipindahin aja ini power unitnya langsung ke sana tancepin lagi, lebih efektif. Satu power unit buat dua pompa misalnya, bergantian dia, misalnya di sini sejam, di sana sejam," jelas Teguh.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved