Pedagang Bendera Musiman Mulai Terlihat di Jalan Panjang Kebon Jeruk

Di sepanjang jalan ini terlihat ada beberapa pedagang bendera musiman meski jarak diantara mereka‎ tidak saling berdekatan.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Menyambut HUT RI, Pedagang bendera mulai terlihat di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Menyambut HUT Ke-73 Kemerdekaan Indonesia, saat ini sejumlah pedagang bendera mulai bermunculan.

Para pedagang bendera musiman ini ada yang berkeliling menggunakan gerobak serta ada menjajakannya di pinggiran jalan.

Bagi yang berada di pinggir jalan, bendera-bendera serta umbul-umbul itu diikatkannya di tali yang dibentangkan diantara tiang listrik atau pun pohon.

Satu diantaranya terlihat di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di sepanjang jalan ini terlihat ada beberapa pedagang bendera musiman meski jarak diantara mereka‎ tidak saling berdekatan.

Ishak, satu diantara pedagang bendera musiman di Jalan Panjang mengatakan baru dua hari ini ia berjualan atribut kemerdekaan ini.

Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR Terasa Hingga Bali, Pemkot Bandung Kirim Bantuan Uang

Ia akan berjualan sampai 17 Agustus mendatang.

Sebelumnya, ia merupakan petani di kampungnya di Garut, Jawa Barat.

Terkait lokasi berjalannya di Jalan Panjang, Ishak mengaku memilihnya secara kebetulan.

"Saya kan ke Jakarta kalau jelang 17 Agustus saja. Makanya pas kemarin lewat sini dan ada tempat kosong, saya langsung minta izin buat buka lapak disini," kata Ishak saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (30/7/2018).

Ishak mengatakan, bendera yang dijualnya dibawa langsung dari pengrajin di daerah Garut.

Meisya Siregar Mengaku Nyesek Usai Nonton Si Doel The Movie

Harganya pun bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya.

Untuk bendera merah putih ia menjual Rp 25-35 ribu.

Sedangkan untuk bendera umbul-umbul berwarna warni dijualnya Rp 30 ribu.

Kemudian untuk bendera merah putih background yang sepanjang lima meter ia jual Rp 170 ribu.

"Tapi itu semua bisa ditawar lagi. Karena kan orang Indonesia itu sukanya beli pada nawar," kata Ishak.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved