Ingin Mi Ayam Berbeda? Mi Keriting Pontianak Ala Waroeng Western Wajib Kamu Coba!

Sebagai hidangan yang banyak digemari orang, mi hadir di berbagai kedai kuliner bahkan terkadang menjadi primadona.

Penulis: Anisa Kurniasih | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Sajian mi keriting pontianak ala Waroeng Western. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Sebagai hidangan yang banyak digemari orang, mi hadir di berbagai kedai kuliner bahkan terkadang menjadi primadona.

Seperti kafe Waroeng Western, misalnya.

Tempat makan ini pun memiliki menu mi andalan khas daerah yaitu mi keriting pontianak.

Sajiannya memang nampak tak jauh beda tampilananya dengan mi ayam biasa, namun jangan salah dari mulai jenis minya berbeda hingga toping pun lebih bervariasi.

Mi keriting pontianak yang disajikan di Waroeng Western milik Andy ini terbuat dari mi kuning dengan jenis tekstur lebih lembut dan keriting.

Tak jauh beda sajian ayam kecap dan kerupuk pangsitnya, namun ada tambahan toping lagi yaitu fish cake dan bakso ikan.

Beragam toping tersebut membuat sajian mi keriting pontianak terlihat penuh saat disajikan di dalam mangkuk.

Ditambah lagi adanya kuah panas yang dihidangkan secara terpisah, membuat sajian ini semakin lengkap.

"Kalau yang bikin khas sih dari jenis minya. Di tempat kami minya itu tidak terlalu kenyal namun teksturnya lembut," ungkap Andy. 

"Kebanyakan yang gemar pesan menu tersebut sih wanita ya, karena teksturnya tadi mungkin," dia menambahkan. 

Waroeng Western menawarkan menu kreatif untuk pengunjungnya.

Sesuai namanya, kafe ini menyajikan menu Barat dan Indonesia.

Jadi tak hanya bisa menikmati mi keriting khas pontianak, kamu juga bisa cicipi aneka menu kreatif di kafe ini.

Dengan menawarkan harga yang pas dikantong mahasiswa dan pekerja kantoran mulai dari Rp 17 ribu, Andy memang ingin menghadirkan sebuah tempat di mana orang yang lapar akan merasa puas ketika menyantap di Waroeng Western.

Waroeng Western hadir di beberapa lokasi bahkan hingga luar kota di antaranya di Podomoro, Jogja, Pontianak, Bintaro, Cirebon dan Bekasi dan Palmerah.

Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 WIB sampai 21.00 WIB, jangan khawatir harga sangat terjangkau mulai dari kantong mahasiswa hingga pekerja kantoran.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved