Breaking News:

Kepsek SMK 1 Negeri Jakarta Minta Stigma Masyarakat Tentang SMK Berubah

"Yang terpenting tamatan SMK bisa membangun potensi dirinya untuk bisa berwirausaha," ujarnya.

TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Rahmadi, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR -Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jakarta Rahmadi meminta stigma masyarakat terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berubah.

Ia mengatakan lulusan SMK saat ini bukan hanya untuk langsung bekerja, tapi juga disiapkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

SMK Negeri 1 Jakarta Fasilitasi 2.500 Lulusan SMK Cari Kerja Lewat Job Matching

"Kalau dulu orientasi SMA untuk lanjut ke perguruan tinggi, kalau tidak kuliah berarti gagal SMAnya. Sedangkan SMK dulu hanya untuk mengisi lapangan perkerjaan di dunia usaha dan industri," ujar Rahmadi di SMKN 1 Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

"Tapi tidak untuk sekarang. Justru saat ini peluang anak SMK untuk kuliah sangat besar karena persaingan di sekolah kecil," tambahnya.

Guru SMK di Serpong Merasa Terpukul atas Kembali Terjadinya Tawuran Pelajar

Ia menyebutkan, ada tiga hal yang membuat lulusan SMK lebih unggul.

Pertama yaitu untuk mengisi lapangan pekerjaan dengan kompetensi yang memumpuni.

"Seperti hari ini kita coba menghubungkan pencari kerja dengan industri. Jadi kalau ada anak punya talenta yg cukup bagus dibidangnya. Mereka bisa kita didik, kita bangun itu," katanya.

Kedua, lulusan SMK juga memiliki peluang untuk lanjut keperguruan tinggi.

"Ada bisa lewat undangan. Tahun ini ada 16 siswa kita yang tersebar masuk ke perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan. Belum lagi yang lewat seleksi mandiri. Itu lebih banyak" ungkapnya.

Ketiga, lulusan SMK memiliki bekal untuk berwirausaha.

"Yang terpenting tamatan SMK bisa membangun potensi dirinya untuk bisa berwirausaha," ujarnya.

Peningkatan kualitas peserta didik SMK dilakukan atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved