Kisah Perjuangan Sutarman dan Fitri Besarkan Anaknya yang Lahir Tak Normal

"Dari tahun 2016 akhir saya enggak kerja lagi karena fokus mengurus dia (Azmi)," ucapnya kepada TribunJakarta.com.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ilusi Insiroh
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Azmi Ramadan, bersama ibu dan kakaknya saat ditemui awak media di rumah sederhananya di Gang Nusa Indah 1, Jalan Mustika Ratu, RT 03/04, Ciracas, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Sempat Diprediksi dokter tak akan memiliki umur yang panjang, kini Azmi Ramadan tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan ceria.

Ini tak lepas dari peran kedua orang tuanya, yaitu pasangan Sutarman dan Fitri Apriliana yang penuh kesabaran dan kegigihan dalam membesarkan anaknya tersebut.

Meski fisik Azmi tak seperti kebanyakan anak seusianya, namun kedua orang tuanya tak pernah malu dan selalu berusaha gigih melakukan segala upaya untuk merawat dan membesarkan anaknya itu.

Bahkan, Sutarman saat ini terpaksa harus menjadi seorang pengangguran agar selalu dekat dan dapat merawat anak keduannya itu.

Sutarman menceritakan, sebelumnya ia sempat bekerja di sebuah perusahaan air minum dalam kemasan, namun karena anaknya tersebut lahir dalam kondisi tak sempurna, akhirnya ia memilih mengundurkan diri untuk merawat anaknya tersebut.

"Dari tahun 2016 akhir saya enggak kerja lagi karena fokus mengurus dia (Azmi)," ucapnya kepada TribunJakarta.com.

Awalnya, perusahan tempatnya bekerja sempat ingin memberikan bantuan pengobatan kepada anaknya itu, namun bantuan tersebut tak kunjung datang.

"Perusahan saya dulu sempat tanya biaya operasi Azmi berapa, tapi setelah beberapa bulan katanya enggak bisa bantu karena sudah di tanggung BPJS, tapi kan yang ditanggung biaya pengobatan saja, sedangkan transportasi kami diluar BPJS," keluhnya.

Meski kini sudah tak bekerja lagi, Sutarman tetap bersyukur karena selama ini sejumlah tetangga dan beberapa relawan memberikan uluran tangan untuk biaya pengobatan Azmi.

Fitri, sang ibu menuturkan, sejak lahir hingga sekarang, anak keduanya tersebut telah menjalani operasi sebanyak tiga kali.

"Sudah tiga kali dioperasi, yang pertama bibir sumbing, kedua mata dibuka, dan yang ketiga di bagian langit-langit mulutnya," kata Fitri.

Dengan raut wajah sedih, Fitri menceritakan, meski terlihat tak memiliki mata, namun Azmi dapat merespon cahaya.

"Saat operasi mata, matanya dibuka, tapi kata dokter Azmi enggak punya kornea, hanya cairan putihnya saja, syaraf matanya pun putus," ujarnya.

Meski kecil kemungkinan Azmi dapat melihat, namun kedua orang tuanya sangat berharap anaknya tersebut dapat meihat, meskipun hanya menggunakan satu matanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved