Setelah Dituntut 8 Tahun Penjara oleh KPK, Bupati Abdul Latif Cium Kedua Istri

Bupati Abdul Latif mencium kedua istri usai dituntut 8 tahun penjara oleh KPK.

Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Abdul Latif cium istri 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Terdakwa kasus suap Bupati nonaktif Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Abdul Latif menghela nafas panjang sesaat jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntutnya delapan tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/8).

Latif pun langsung menghampiri serta mencium kedua istri dan anak-anaknya yang hadir ke persidangannya.

Mulanya, Latif mencium anak perempuannya yang mengenakan kemeja putih dan putranya yang datang menggunakan kemeja abu-abu.

Selanjutnya, dia menghampiri dan mendapat pelukan dari kedua istrinya yang berada di baris kursi pengunjung sidang.

Lantas, Latif mendapatkan pelukan dari istri pertama dan istri keduanya, Rizkatunnukbah tersebut.

Kedua istri Latif pun terlihat tak kuasa menahan tangis.

Ini Lokasi SIM Keliling Kota Serang Hari Ini

Untuk diketahui, kasus suap yang menjerat Bupati Abdul Latif terungkap setelah tim KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Kabupaten HST dan Bandara Juanda Surabaya pada 4 Januari 2018.

Sementara, Bupati HST Abdul Latif dicokok saat memimpin rapat di kantor bupati.

Rupanya, saat hari penangkapan itu, sang bupati baru sekitar satu minggu menikahi seorang perempuan muda warga Barabai bernama Rizkatunnukbah.

Pernikahan sang bupati dengan istri mudanya itu dilangsungkan di pendopo kabupaten dengan mengundang pihak kantor urusan agama (KUA) untuk meresmikan pernikahan tersebut.

Rencana resepsi pernikahan digelar pada Februari 2018.

Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena Abdul Latif yang juga Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel itu terjaring operasi senyap tim KPK.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved