Pilpres 2019

Terkuak 90 Persen Harta Sandiaga Ada di Bursa Efek, Begini Faktanya

Sandiaga Uno mengaku jumlah harta kekayaannya mengalami perubahan sejak pertama menyerahkan LHKPN ke KPK

Editor: ade mayasanto
TribunJakarta/Suci Febriastuti
Bakal calon presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Sandiaga Uno keluar dari gedung Medical Check Up menggunakan baju rumah sakit di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku jumlah harta kekayaannya mengalami perubahan sejak pertama menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada 9 November 2016.

Perubahan tersebut dikarenakan hampir 90 persen harta kekayaannya berbentuk saham perusahaan dan tercatat di bursa efek.

Hal itu disampaikan Sandiaga Uno saat menyerahkan kelengkapan LHKPN selaku bakal cawapres ke Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/8/2018) kemarin.

"Ada perubahan, karena jumlah yang dilaporkan itu sesuai dengan kurs, sesuai harga-harga di pasar modal. Jadi, karena sebagian besar hampir 90 persen yang dilaporkan itu tercatat di bursa. Dan ini juga menjadi perhatian kami," kata ujar Sandiaga.

Meski begitu, Sandiaga enggan menyebut total harta kekayaan terkini yang dilaporkan ke KPK.

Sandiaga ditemani mantan Menteri ESDM sekaligus kader Partai Gerindra Sudirman Said saat mendatangi gedung KPK, untuk penyerahan berkas LHKPN ke KPK.

Dia tampil dengan mengenakan kemeja lengan pendek warna biru berpadu dengan celana panjang kream.

Tak lupa, Sandiaga juga mengenakan pedi hitam di kepalanya.

Sandiaga mengaku secara rutin melaporkan harta kekayaan ke KPK, yakni setiap tiga bulan sekali.

Pelaporan pertama dilakukannya pada 9 November 2016 atau saat maju sebagai bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta. Dari data di KPK, pada saat itu total harta kekayaan Sandiaga Uno sebanyak Rp 3,85 triliun dan simpanan valuta asing sebesar 10,3 juta Dollar AS.

Harta kekayaan Sandiaga yang paling besar nilainya berasal dari kontrak investasi sepanjang tahun 1997 hingga 2015 mencapai Rp 3,7 triliun.

Sandiaga juga memiliki sejumlah lahan tanah dan bangunan senilai Rp 13,5 miliar yang dia beli dalam kurun waktu 2001 hingga 2015. Tanah dan bangunan itu tersebar di 12 lokasi di Indonesia, Singapura hingga di Amerika Serikat.

Curhat Mahfud: Diberitahu Berangkat dari Gedung Joang 45 Naik Sepeda Motor Bersama Jokowi

Galau Lalu Izin Mundur dari Kabinet, Menteri Asman Abnur: Saya Disuruh Partai Nyaleg

Sri Mulyani Tidak Bantah Argumen Sandiaga Uno Terkait Pelemahan Rupiah Karena Impor

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan kedatangan Sandiaga Uno ke Gedung KPK adalah untuk melengkapi berkas LHKPN bakal cawapres yang telah diserahkan oleh stafnya pada beberapa hari lalu.

KPK akan melakukan verifikasi terhadap poin demi poin harta kekayaan yang dilaporkan oleh Sandiaga Uno.

Dan KPK baru akan mengumumkan LHKPN Sandiaga Uno selaku bakal cawapres ke publik melalui laman e-lhkpn.kpk.go.id pada satu atau dua hari ke depan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved