Pengrajin Batang Pohon Pinang di Bekasi Kebanjiran Order

Jelang hari raya kemerdekaan Indonesia, pengrajin batang pohon pinang kebanjiran order.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Eko Warkam pengrajin batang pohon pinang di Jalan Raya Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (16/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Jelang hari raya kemerdekaan Indonesia, pengrajin batang pohon pinang kebanjiran order.

Dalam seminggu, pengrajin bisa menjual belasan batang pinang yang biasa digunakan untuk perlombaan 17 Agustusan.

Eko Warkam, pengrajin batang pohon pinang di Jalan Raya Kebalen, Kelurahan Kebalen, Kabupaten Bekasi, mengatakan untuk satu batang pohon pinang sepanjang delapan meter dijual dengan harga Rp 1,2 juta.

"Kalau seminggu bisa laku 12 batang, karena memang lagi banyak yang nyari. Pesanannya juga banyak dari jauh-jauh hari udah pesan ke kita," kata Eko kepada TribunJakarta.com, Kamis (16/8/2018).

Satu batang pohon pinang, ia memerlukan waktu dua hari untuk menyelesaikannya. Tingkat kesulitan kata dia terletak pada proses penghalusan.

Kebanyakan pemesan berasal dari Bekasi. Panjat pinang kata masih menjadi tradisi yang tidak boleh ketinggalan dalam momen perayaan hari kemerdekaan.

"Kalau 17-an begini memang pasti ramai, ya namanya udah jadi tradisi kita. Macem-macem pemesan ada yang kantor (instansi) ada juga perorangan, biasanya perorangan mah panitia lomba di kampunh-kampung," jelas dia.

Selain batang pohon pinang, ia juga melayani pesanan untuk batang bambu. Harganya kata dia tentu jauh lebih murah ketimbang batang pohon pinang.

"Kalau yang bambu itu kita jual Rp 500 - 600 ribu, tergantung panjangnya juga," kata Eko.

Tahun ini, pesanan lebih banyak pada batang pohon bambu ketimbang pohon pinang. Alasannya bambu bisa digunakan untuk keperluan.

"Kalau bambu paling sekali pake sudah abis itu bisa buat yang lain, kalau batang pinang paling bisa disimpen terus dipake lagi kalau enggak rusak," ungkap Eko.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved