Pilpres 2019

Yenny Wahid: PKS dan Demokrat Harus Tanggung Jawab Atas Isu SARA yang Pernah Dimainkan

Yenny Wahid meminta partai-partai yang kerap memainkan isu agama bertanggung jawab ke publik.

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Erik Sinaga
YouTube/Mata Najwa
Suhud Alynudin (kiri), Yenny Wahid (tengah) dan Ferdinand Hutahaean (kanan) dalam acara diskusi Mata Najwa, Rabu (15/8/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menyatakan sejumlah partai yang pernah memainkan isu SARA untuk menjerat lawan politiknya baik di Pilpres maupun Pilkada harus bertanggung jawab.

Di antara banyaknya partai yang diduga kerap memakai isu SARA, Yenny Wahid menyebut di antaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat.

Pernyataan Yenny Wahid itu disampaikan di acara diskusi Mata Najwa, Rabu (15/8/2018), yang dihadiri oleh Ferdinand Hutahaean dari Partai Demokrat, Suhud Alynudin dari PKS, Romahurmuzy dari PPP, serta Yenny Wahid sendiri dari Wahid Institute.

Awalnya, Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin menjelaskan alasan rasional partainya, dan juga partai lain, mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Banyaknya permasalahan negara, jelas Suhud Alynudin, menjadi hal substansial yang harus dibicarakan dan dituntaskan dalam Pilpres 2019 ini.

Oleh sebab itu, ia mengimbau banyak pihak untuk mengadu gagasan pada Pilpres 2019 ini, bukan menyebarkan isu SARA atau melakukan intimidasi pada lawan politik.

"Pak Prabowo dan Mas Sandi ini kompromi maksimal dari partai-partai. Karena kita melihat persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat berat ya, terutama masalah ekonomi. Dan kita melihat bahwa jawaban itu ada pada Pak Prabowo dan Mas Sandi," ujar Suhud Alynudin.

"Kita melihat ekonomi yang stak di angka 5 persen pertumbuhan, kemudian pengangguran yang meluap, utang makin meroket, saya kira ini yang akan menjadi persoalan kita," sambungnya.

"Dan kita berharap debatnya nanti itu tidak lagi soal-soal masalah SARA, intimidasi, agama. Tapi lebih kepada ide, gagasan, dan juga menjawab persoalan-persoalan bangsa," imbau Suhud Alynudin.

Mendengar jawaban Suhud Alynudin, Yenny Wahid sontak protes.

PKS Akan Bahas Nama Pengganti Sandiaga Uno Setelah Proses di DPRD DKI Jakarta Selesai

Sandiaga Uno Jadi Pendamping Prabowo Subianto, Fahri Hamzah: Salah PKS dari Konsep Awal

Dapat Tugas Khusus dari DPP PKS, Ahmad Heryawan Mundur Jadi Caleg 2019

Ia menilai justru PKS lah yang memulai isu SARA untuk menyerang lawan politik.

"Justru saya mau protes satu hal mas. Karena yang memulai isu SARA salah satunya adalah PKS. Jadi PKS juga harus bertanggung jawab soal itu," ucap Yenny Wahid memotong gemuruh tepuk tangan penonton kepada Suhud Alynudin.

Pernyataan tersebut membuat penonton tepuk tangan dan tak jarang ada yang menyoraki kubu yang dimaksud Yenny Wahid. Sementara Suhud Alynudin merespon dengan tertawa sambil mengangguk.

"Demokrat ikutan loh, Demokrat," sambung Yenny Wahid.

Yenny Wahid menjelaskan, partai-partai yang terlibat melanggengkan isu SARA dalam kontes politik tanah air harus bertanggung jawab.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved