Bupati Cantik Karolin Pimpin Pemadaman Kebakaran Hutan, Begini Ceritanya

Pemerintah Kabupaten Landak saat ini juga telah membentuk posko Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di 13 Kecamatan

Editor: Erik Sinaga
Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa saat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Mandor, Senin (20/8/2018)(Dok. Humas Pemkab Landak) 

TRIBUNJAKARTA.COM, LANDAK- Bupati Landak Karolin Margret Natasa memimpin langsung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua desa yang terdapat di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Senin (20/8/2018).

Selain itu, Karolin sudah mengajukan permohonan bantuan water bombing untuk kebakaran yang terjadi di wilayah perkebunan PT Condong Garut yang terletak di Desa Ngarak, Kecamatan Mandor.

"Pemda Landak bersama TNI dan Polri bahu membahu dan berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi kebakaran hutan yg terjadi di wilayah kabupaten Landak," ujar Karolin saat dihubungi, Senin (20/8/2018) sore.

Indonesia Rusak Dominasi Asia Timur di Posisi 3 Besar, Malaysia dan Vietnam di Posisi 17 dan 18

Karolin menambahkan, saat ini pihaknya sangat terbatas pada personil dan alat.

"Sehingga kami mohon bantuan pemadaman melalui water bombing," katanya.

Pemerintah Kabupaten Landak saat ini juga telah membentuk posko Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di 13 Kecamatan yang terdapat di kabupaten tersebut.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara merata di seluruh wilayah Kalbar menyebabkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Karolin menambahkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Dandim Mempawah, Polres Landak, Ketua DPRD dan Wakil Bupati dan beberapa pihak lainnya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kabupaten ini.

dr. Karolin Margret Natasa
dr. Karolin Margret Natasa (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

Dalam pertemuan itu, lintas sektoral tersebut juga membahas berbagai perkembangan dan situasi yang terjadi di lapangan terkait kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi.

"Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang ada, dari hasil pertemuan tersebut disepakati, Pemkab Landak akan membentuk posko penanganan kebakaran hutan dan lahan di 13 kecamatan yang ada," ujar Karolin.

Tiga belas kecamatan yang ditetapkan itu, sebut Karolin, merupakan kecamatan yang masih rawan akan kebakaran hutan dan lahan.

Pihaknya juga sudah menyiapkan operasional untuk posko tersebut baik peralatan pemadam kebakaran, hingga peralatan pendukung lainnya.

Melalui posko siaga Karhutla tersebut, diharapkan petugas yang disiagakan disana akan melaksanakan administrasi dan pelaporan, pengendalian dan pengoperasian petugas piket, monitoring dan koordinasi dengan dinas /Instansi terkait,

Posko siaga Karhutla itu, juga di lengakapi dengan peralatan seperti tong air, mesin portable, kepyok, selang, nozzle, handytalkey (HT), GPS dan armada yang siap siaga untuk penanganan dan mensosialisasikan Karhutla di wilayah Landak.

"Ini bukti keseriusan kita untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Untuk mencegah ini, peran aktif masyarakat jelas sangat diperlukan," kata Karolin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved