Asian Games 2018

Tumbangkan India, Tim Beregu Putra Badminton Indonesia Melaju ke Semifinal

Di babak semifinal, tim putra Indonesia akan bertemu dengan Jepang. Begitu pun tim putri yang juga akan berhadapan dengan tim Negeri Sakura.

Editor: Wahyu Aji
HUMAS PBSI
Fajar Alfian/Muhamammad Rian Ardianto menjadi penentu kemenangan tim Indonesia atas India detelah mengalahkan Manu Attri/Sumeeth Reddy di partai keempat bulutangkis beregu Asian Games 2018, Senin (20/8/2018). Kemenangan itu membuat tim putra Indonesia memastikan tiket semifinal. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tim putra bulu tangkis Indonesia memastikan tiket semifinal nomor beregu Asian Games 2018 setelah menaklukkan India 3-1.

Fajar Alfian/Muhamammad Rian Ardianto menjadi penentu kemenangan setelah mengalahkan Manu Attri/Sumeeth Reddy di partai keempat.

Fajar/Rian menang dua game langsung dengan skor 21-14, 21-18.

Angka pertama diraih Indonesia lewat kemenangan Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Srikanth Kidambi, dengan skor 23-21, 20-22, 21-10.

Di partai kedua, pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menghentikan perlawanan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 19-21, 21-19, 21-16.

Sayangnya Jonatan Christie belum berhasil menyumbang kemenangan bagi tim putra Indonesia.

Ia harus menelan kekalahan dari pertarungan melawan Prannoy H.S, dengan skor 15-21, 21-19, 19-21.

Saat tertinggal di kedudukan 15-18 di game kedua, Prannoy mengalami masalah pada engkel kanannya saat bertumpu mengambil bola di sudut kanan belakang lapangan.

Namun tampaknya ini tidak mempengaruhi penampilan pemain rangking 11 dunia tersebut.

"Saya minta maaf belum bisa menyumbang angka buat Indonesia. Sebenarnya tadi tim sudah memimpin 2-0. Lawan lebih siap, saya sudah mengeluarkan semua permainan saya, cuma ada beberapa stroke yang salah di poin-poin penting," komentar Jonatan.

Sementara itu, Fajar/Rian mengaku senang bisa menyumbang angka bagi tim putra.

Meskipun di awal permainan mereka masih beradaptasi dengan lawan yang baru pertama kali dihadapi mereka.

Mereka juga mengaku kagum dan bangga bisa berlaga di event sekelas Asian Games.

"Di awal kami masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, arah anginnya beda-beda. Kami juga baru pertama kali bertemu lawan, belum tahu kelemahan dan kelebihan mereka," kata Fajar.

"Tadi banyak bola-bola yang sebetulnya gampang, tetapi tidak bisa kami matikan. Ini menjadi pelajaran, jangan sampai besok terjadi lagi hal seperti ini," kata Rian.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved