Jadi Juara Dunia Kompetisi Robotik di China, Pelajar MTS 1 Tangsel Pakai Ongkos Sendiri

Empat pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) 1 Tangerang Selatan (Tangsel) membiayai diri sendiri, untuk berangkat ke China, mengikuti kompetisi robotik.

Tayang:
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Imam Sucipto, pembina ekskul robotik MTS 1 Tangsel, di sekolahnya di Jalan Pajajaran, Pqmulang Barat, Pamulang, pada Selasa (21/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Empat pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) 1 Tangerang Selatan (Tangsel) membiayai diri sendiri, untuk berangkat ke China, mengikuti kompetisi robotik tingkat Dunia.

Keempat siswa-siswi itu adalah; Nabile Zidane Al-Munir (14) kelas IX, Zidanelfya Resqi (14) kelas IX, Izzatil Ishmah (13) kelas VIII dan Givan Chiraghia Rahman (13) kelas VIII.

Mereka membondong juara satu pada kategori Creative Design dan Humanoid Mission, dalam kompetisi robotik bertajuk International Youth Robot Competition (IYRC) di Beijing, Cina, pada 15 sampai 16 Agustus 2018 lalu.

Namun hal itu harus dibayar mahal.

Bayar mahal dalam arti mereka harus mengongkosi sendiri biaya akomodasi dan registrasi demi mengikuti kompetisi itu.

Hal itu disampaikan Imam Sucipto, pembina ekskul robotik MTS 1, di sekolahnya, pada Selasa (21/8/2018).

Robot Smart Farming, temuan siswa-siswi MTS 1 Tangerang Selatan, Selasa (21/8/2018).
Robot Smart Farming, temuan siswa-siswi MTS 1 Tangerang Selatan, Selasa (21/8/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

"Sebetulnya mereka membiayai diri sendiri untuk akomodasi dan registrasi Rp 16 juta per anak," ujarnya.

Setelah pulang membawa nama harum bagi negaranya, pemerintah baru merespons melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Imam mengatakan Kemenag memberikan penghargaan berupa uang senilai enam juta rupiah per anak.

"Alhamdulillah kita dapat penghargaan dari Kemenag pusat dapat enam juta (rupiah) per siswa," lanjut ujarnya.

Pihak sekolah pun menjanjikan penghargaan uang juga, senilai satu juta per anak.

Namun jumlah tersebut masih belum menutupi besaran modal yang harus mereka keluarkan untuk menunjukkan prestasi Indonesia di mata dunia itu.

Imam juga menyebut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menghubungi pihak sekolah untuk audiensi dengan keempat pemenang itu, namun belum jelas audiensi itu untuk hal apa.

Atas prestasi yang sudah disumbangkan, Imam Sucipto pun berharap pemerintah bisa memberikan perhatian berupa pengadaan sarana belajar untuk ekskul robotik mereka.

Memadainya sarana dan fasilitas diharapkan dapat membuat para siswa-siswi lainnya dapat berprestasi di kancah dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved